{"id":712,"date":"2022-07-15T08:00:56","date_gmt":"2022-07-15T08:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/?p=712"},"modified":"2022-07-19T02:19:34","modified_gmt":"2022-07-19T02:19:34","slug":"cara-menumbuhkan-rasa-percaya-diri-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/cara-menumbuhkan-rasa-percaya-diri-anak\/","title":{"rendered":"Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada si Pemalu"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak yang pemalu? Ini mungkin adalah pertanyaan yang paling banyak diajukan oleh orang tua yang anaknya kerap merasa canggung dan malu saat dihadapkan pada situasi baru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Punya sifat pemalu sebenarnya bukan hal yang salah. Anak-anak yang pemalu umumnya lebih mudah <\/span><a href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/begini-cara-menumbuhkan-keberanian-anak-yang-pemalu\"><span style=\"font-weight: 400;\">berempati<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, cenderung bijaksana dan juga mandiri. Namun, jika sifat pemalu anak sampai mengganggu interaksi dan <\/span><a href=\"https:\/\/sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/index.php\/4-kegiatan-seru-asah-kreativitas-dan-imajinasi-anak-di-rumah\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">aktivitas<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> sosialnya, Anda sebagai orang tua harus turun tangan. Simak cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak yang pemalu berikut ini!<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-731 size-full\" title=\"Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri\" src=\"https:\/\/sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-1-kompas.jpeg\" alt=\"Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri\" width=\"750\" height=\"500\" srcset=\"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-1-kompas.jpeg 750w, https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-1-kompas-300x200.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 750px) 100vw, 750px\" \/><\/p>\n<h2><b>Ajak Anak Bercerita tentang Hal-hal yang Membuatnya Merasa Malu<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak pemalu biasanya merasa enggan menunjukkan kemampuan diri atau menceritakan tentang isi hatinya. Sebagai orang tua, Anda adalah orang pertama yang harus mendorong si kecil untuk mencurahkah perasaannya. Dengan cara ini, Anda bisa tahu hal apa sebenarnya yang membuatnya merasa malu. Setelahnya, Anda bisa mencari tahu cara terbaik untuk melawan perasaan malu itu dan mendorong munculnya keberanian dalam diri anak.<\/span><\/p>\n<h2><b>Hindari Menyebutnya Sebagai \u201cSi Pemalu\u201d<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak akan memercayai apa yang mereka dengar terus-menerus. Walaupun si kecil memiliki sifat pemalu, sengaja menyebutnya sebagai \u2018si pemalu\u2019 terutama di hadapan orang lain akan membuat anak benar-benar percaya bahwa dirinya memang pemalu.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Alih-alih, berikan afirmasi yang positif. Jika anak mulai berani melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukannya sebelumnya, ucapkan, \u201cWah, anak Mama hebat, sudah berani begini dan begitu.\u201d Ini akan mendorongnya menjadi lebih berani.<\/span><\/p>\n<h2><b>Ajak Anak Melakukan Interaksi Sosial<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak lebih percaya diri terutama dalam pergaulan adalah dengan membantunya melakukan interaksi sosial. Misalnya saja ketika Anda sedang mengajaknya bermain ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">playground<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan bertemu dengan anak-anak lain, ajak si kecil memulai interaksi dengan mereka. Inisiasi obrolan agar si kecil tahu bagaimana caranya memulai interaksi sosial yang baik.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jangan Memarahi Anak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ketika sifat pemalu anak sudah mulai mengganggu aktivitas sekolah maupun sosialnya, Anda sebagai orang tua mungkin akan merasa frustrasi. Meski begitu, jangan sampai hal tersebut membuat Anda memaksa anak melakukan hal yang tidak dia sukai, apalagi sampai memarahinya. Cobalah untuk memposisikan diri sebagai anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana cara anak memandang lingkungan sekitar dan orang lain? Selanjutnya, berikan penjelasan pada si kecil bahwa sebenarnya tidak ada hal yang perlu ditakutkannya.<\/span><\/p>\n<h2><b>Berikan Contoh Sikap Percaya Diri<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak adalah peniru ulung. Jika ingin anak menjadi sosok yang berani dan percaya diri, sebagai orang tua Anda harus memberikan contoh. Misalnya saja dengan menunjukkan pada si kecil bagaimana cara menyapa tetangga atau orang yang dikenal saat bertemu di jalan. Dengan cara ini si kecil bisa mulai mencontohnya dari Anda.<\/span><\/p>\n<h2><b>Bangun Rasa Percaya Diri Anak<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk membangun rasa percaya diri anak, libatkan dia saat Anda berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal. Misalnya saja dengan memintanya membayar barang belanjaan yang Anda beli di supermarket. Beri dia uang dan biarkan anak yang menyelesaikan transaksi. Bisa juga dengan cara memintanya memesan sendiri makanan yang dia inginkan saat Anda dan keluarga sedang makan di luar. Mengadakan pesta kecil-kecilan dan mengundang teman-teman anak ke rumah juga bisa menjadi cara yang jitu untuk membangun rasa percaya diri si kecil.<\/span><\/p>\n<h2><b>Jangan Pelit Pujian\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal terakhir yang tidak boleh Anda lupakan adalah memberi apresiasi pada si kecil. Ketika anak berhasil melakukan pembayaran di kasir, beri dia pujian. Ketika anak menyapa seseorang yang dikenalnya, beri dia pujian. Adanya pujian akan membuat anak merasa dirinya sudah melakukan hal yang benar dan baik. Dan seterusnya, dia akan lebih bersemangat untuk jadi sosok yang lebih berani.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak yang pemalu memang tidak bisa dilakukan dalam satu atau dua hari. Namun, dengan langkah yang konsisten, Anda pasti bisa membentuk keberanian yang semakin besar pada diri si kecil. Kembangkan minat &amp; potensi anak lebih jauh bersama <strong><a href=\"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/\">Sekolah Murid Merdeka!<\/a><\/strong><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak yang pemalu? Ini mungkin adalah pertanyaan yang paling banyak diajukan oleh orang tua yang anaknya kerap merasa canggung dan malu saat dihadapkan pada situasi baru. Punya sifat pemalu sebenarnya bukan hal yang salah. Anak-anak yang pemalu umumnya lebih mudah berempati, cenderung bijaksana dan juga mandiri. Namun, jika [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":730,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[15,21],"tags":[31,26,74,35,27,64,65,63,37,29,28],"class_list":["post-712","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","category-terbaru","tag-anak","tag-belajar","tag-cara-menumbuhkan-rasa-percaya-diri","tag-eksperimen","tag-informatif","tag-optimis","tag-pemalu","tag-percaya-diri","tag-permainan","tag-sains","tag-sekolah"],"acf":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/15-0-orami-coid.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/712","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=712"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/712\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":819,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/712\/revisions\/819"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/730"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=712"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=712"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=712"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}