{"id":758,"date":"2022-07-18T08:00:50","date_gmt":"2022-07-18T08:00:50","guid":{"rendered":"https:\/\/sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/?p=758"},"modified":"2022-07-09T14:17:48","modified_gmt":"2022-07-09T14:17:48","slug":"tips-parenting-ketahui-penyebab-anak-kasar-dan-pemarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/tips-parenting-ketahui-penyebab-anak-kasar-dan-pemarah\/","title":{"rendered":"Tips Parenting: Ketahui Penyebab Anak Kasar dan Pemarah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menjadi orang tua memang bukan hal mudah sehingga kita butuh banyak <\/span><b><i>tips parenting<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\">, terutama bagi Ayah Bunda yang memiliki anak usia dini. Pada usia tersebut, anak mulai memiliki perilaku dan pikiran yang sulit dimengerti. Beberapa ada yang terlalu diam, yang lain mungkin malah terlalu aktif dan cenderung kasar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada usia dini, anak mulai memiliki emosi dan memahami bahwa mereka bisa memiliki rasa senang atau bahkan tidak nyaman. Perkembangan emosi pada anak usia dini merupakan tahapan yang wajar. Sebagai orang tua, Ayah Bunda tidak bisa selalu menyalahkan dan menghakimi anak.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Hal serupa juga berlaku pada anak yang dianggap kasar dan pemarah. Untuk bisa memahami, kita perlu tahu penyebab sikap tersebut.<\/span><\/p>\n<h2><b>Alasan Anak Berucap Kasar<\/b><\/h2>\n<h3><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-771 size-full\" title=\"Tips Parenting\" src=\"https:\/\/sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/18-1-klikdokter-com.jpg\" alt=\"Tips Parenting\" width=\"673\" height=\"379\" srcset=\"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/18-1-klikdokter-com.jpg 673w, https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/18-1-klikdokter-com-300x169.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 673px) 100vw, 673px\" \/><\/h3>\n<h3><b>&#8211; Mendengar dari Orang Lain di Lingkungannya<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak usia dini ibarat spons. Mereka sangat fleksibel dan mudah menyerap segala hal yang dilihat serta didengar dari lingkungan. Inilah mengapa, salah satu penyebab anak memiliki perilaku kasar adalah akibat interaksi dengan orang lain di lingkungan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak bisa saja meniru sesuatu yang mereka dengar dari anak lain atau orang dewasa di sekitar. Mereka belum tahu bahwa hal tersebut tidak benar dan menganggap itu patut ditiru. Jika ini yang terjadi, kita perlu memberi pengertian bahwa tidak semua hal bisa diikuti.<\/span><\/p>\n<h3><b>&#8211; Menyaksikan Tayangan TV dan Video<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain lingkungan, apa yang anak tonton melalui <\/span><a href=\"https:\/\/kumparan.com\/xing\/industri-hiburan-tanah-air-tidak-mendidik-1vxHqPol4ru\"><span style=\"font-weight: 400;\">TV dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gadget<\/span><\/i><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> juga bisa menjadi penyebab mereka berkata kasar dan memiliki perilaku pemarah. Diakui atau tidak, tayangan yang beredar saat ini sangat beragam. Kualitasnya juga tidak bisa dikontrol sebab masing-masing platform memiliki batasan berbeda.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang tua, yang bisa Ayah Bunda lakukan adalah membatasi tontonan tidak pantas. Dampingi anak saat melihat tayangan TV dan video, atau pilih tayangan yang sesuai dengan usia anak.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>&#8211; Mendengar dari Orang tua<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perilaku kasar dan pemarah anak juga bisa disebabkan oleh orang tua mereka. Ya, Ayah Bunda mungkin tidak sadar bahwa apa yang kita lakukan atau ucapkan kerap kali ditiru oleh anak. Hal ini terjadi karena, anak menganggap bahwa Ayah Bunda adalah panutan mereka.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang tua, <\/span><b><i>tips parenting<\/i><\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bisa dilakukan adalah menjaga sikap serta ucapan ketika berada di sekitar anak. Apabila terlanjur bersikap tidak baik, beri anak pengertian bahwa hal tersebut tidak benar dan beri tahu alasan yang mudah dimengerti kenapa Ayah Bunda sampai bersikap kasar.<\/span><\/p>\n<h3><b>&#8211; Merasa Keren<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anak adalah mahluk yang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">simple<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Mereka mudah kagum pada sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dilihat atau dialami. Jadi, sangat wajar apabila anak bersikap kasar dan pemarah hanya karena mereka menganggap sikap tersebut keren sehingga patut untuk ditiru.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Apabila ini yang terjadi, sebagai orang tua, Ayah Bunda\u00a0 tidak boleh langsung memarahi mereka. Pahami dulu mengapa anak bisa bersikap kasar dan pemarah. Jika alasannya karena mereka anggap itu keren, beri anak pengertian bahwa hal tersebut tidak baik.<\/span><\/p>\n<h3><b>&#8211; Tidak Mengerti Bahwa Hal Tersebut Tidak Baik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sempat disinggung sebelumnya, salah satu penyebab anak bisa bersikap kasar dan pemarah adalah karena mereka belum memahami bahwa sikap tersebut tidak baik. Mereka hanya tahu bahwa orang dewasa atau anak lain di sekitar juga bersikap seperti itu sehingga mereka merasa perlu melakukan hal yang sama.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nah, itulah ulasan tentang penyebab anak bersikap kasar dan menjadi pemarah. Sebagai orang tua, kita perlu bersikap sabar dan menyadari bahwa anak butuh proses untuk menjadi pribadi yang santun. Selain itu, kita juga perlu mendukung anak dengan menyediakan pendidikan berkualitas.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satunya adalah dengan memasukkan anak ke sekolah yang memiliki program pembelajaran berbasis minat bakat dan peduli pada pendidikan karakter seperti Sekolah Murid Merdeka (SMM). Dilengkapi dengan kurikulum memadai dan didukung pengajar profesional berpengalaman, SMM tidak hanya menyediakan pendidikan akademis berkualitas tetapi juga pembentukan karakter anak secara optimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memanfaatkan metode Blended Learning, SMM memberi anak kebebasan untuk memilih waktu dan model pembelajaran yang mereka sukai. Dengan begitu, anak nyaman dengan proses belajar dan bisa mengembangkan kemampuan mereka secara maksimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bagaimana, tertarik dengan program SMM? Ayah Bunda bisa mengetahui info lengkapnya <\/span><a href=\"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/form-booklet\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">di sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">, ya. Semoga <\/span><b><i>tips parenting<\/i><\/b> <span style=\"font-weight: 400;\">di atas bermanfaat.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menjadi orang tua memang bukan hal mudah sehingga kita butuh banyak tips parenting, terutama bagi Ayah Bunda yang memiliki anak usia dini. Pada usia tersebut, anak mulai memiliki perilaku dan pikiran yang sulit dimengerti. Beberapa ada yang terlalu diam, yang lain mungkin malah terlalu aktif dan cenderung kasar. Pada usia dini, anak mulai memiliki emosi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":770,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[15,21],"tags":[31,26,35,27,80,29,28,59,81],"class_list":["post-758","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","category-terbaru","tag-anak","tag-belajar","tag-eksperimen","tag-informatif","tag-perilaku","tag-sains","tag-sekolah","tag-sikap","tag-temperamen"],"acf":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/18-0-liputan6.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/758","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=758"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/758\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":778,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/758\/revisions\/778"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/770"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=758"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=758"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=758"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}