{"id":760,"date":"2022-07-19T10:00:44","date_gmt":"2022-07-19T10:00:44","guid":{"rendered":"https:\/\/sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/?p=760"},"modified":"2022-07-19T02:22:53","modified_gmt":"2022-07-19T02:22:53","slug":"cara-menerapkan-kebiasaan-yang-baik-untuk-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/cara-menerapkan-kebiasaan-yang-baik-untuk-anak\/","title":{"rendered":"5 Cara Menerapkan Kebiasaan yang Baik untuk Anak"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Siapa yang tidak ingin anaknya memiliki <\/span><b>kebiasaan baik<\/b><span style=\"font-weight: 400;\">? Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi dengan nilai positif yang diterima secara sosial dan universal. Agar anak memiliki kebiasaan yang baik, menceramahi saja tidak akan cukup. Anak juga perlu melalui beberapa tahapan agar mereka terbiasa melakukan hal-hal positif.<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Menerapkan Kebiasaan Baik pada Anak<\/b><\/h2>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-775 size-full\" title=\"Kebiasaan Baik\" src=\"https:\/\/sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/20-1-alodokter-com.jpg\" alt=\"Kebiasaan Baik\" width=\"650\" height=\"433\" srcset=\"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/20-1-alodokter-com.jpg 650w, https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/20-1-alodokter-com-300x200.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 650px) 100vw, 650px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ada beberapa cara yang bisa Ayah Bunda lakukan agar anak terbiasa melakukan hal-hal positif dan tumbuh menjadi pribadi dengan sikap santun. Berikut ulasannya:<\/span><\/p>\n<h3><b>&#8211; Memulai dari Kebiasaan Sederhana<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Langkah awal menerapkan kebiasaan yang baik adalah mulai dari kebiasaan sederhana. Dengan memulai dari kebiasaan sederhana dan bisa dilakukan sehari-hari, anak tidak merasa terbebani dalam melakukan kegiatan tersebut. Beberapa contoh kegiatan sederhana yang bisa diterapkan adalah bangun lebih pagi, merapikan selimut, mandi pagi, hingga menyiapkan kebutuhannya sendiri.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dari kebiasaan sederhana ini, anak akan lebih mudah menerapkan kebiasaan lain yang bermanfaat dalam hidup dan mendukung perkembangan sosial emosional mereka secara optimal.<\/span><\/p>\n<h3><b>&#8211; Membiasakan Kebiasaan Baik Selama 21 Hari<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut sebuah penelitian, butuh <\/span><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/gaya-hidup\/20150728182039-255-68668\/21-hari-ajaib-yang-efektif-untuk-ubah-perilaku-buruk\"><span style=\"font-weight: 400;\">waktu selama 21 hari<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> untuk mengubah pola kebiasaan yang dilakukan sehingga menjadi sesuatu yang wajar dan dilakukan tanpa beban. Hal ini juga bisa Ayah Bunda terapkan pada anak untuk membentuk sikap mereka agar menjadi lebih baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi selama 21 hari, latih anak untuk menerapkan beberapa kebiasaan baik seperti beribadah atau merapikan alat tulis dan mainan setelah dipakai. Ketika semua kegiatan tersebut dilakukan secara rutin selama 21 hari, tanpa disadari anak akan terbiasa melakukan tanpa diminta lagi.<\/span><\/p>\n<h3><b>&#8211; Memberi Tahu Anak Tujuan Kebiasaan Baik<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai orang tua, kita sering kali meminta anak melakukan sesuatu tanpa memberi mereka pengertian bahwa hal tersebut perlu dilakukan. Padahal, dengan memberi tahu anak tujuan dari kebiasaan yang dilakukan, mereka bisa dengan senang hati melakukan hal tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Misalnya, Ayah Bunda ingin anak menjadi disiplin dalam waktu. Beri mereka pengertian bahwa melakukan sesuatu melebihi waktu yang ditentukan akan merugikan orang lain. Kalau perlu, beri mereka contoh seperti jika terlambat masuk sekolah, anak akan tertinggal banyak kegiatan menarik.<\/span><\/p>\n<h3><b>&#8211; Membuat Kontrak Perilaku<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada dasarnya, anak bisa diajak bekerja sama selama kita memahami eksistensi mereka sebagai manusia yang juga memiliki otoritas terhadap diri sendiri. Inilah mengapa salah satu untuk menerapkan <\/span><b>kebiasaan baik <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">yang cukup efektif adalah dengan membuat kontak perilaku.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Buatlah perjanjian sederhana dengan melibatkan anak tentang aturan dan konsekuensi. Misalnya, ajak anak membuat kontrak bahwa bermain <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">gadget<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hanya bisa dilakukan hari Minggu saja selama 1 jam pada siang hari. Jika hal ini tidak dituruti, anak harus mencuci piring atau merapikan kamarnya.<\/span><\/p>\n<h3><b>&#8211; Memberi Tahu Anak Sebab Akibat Perilakunya<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terakhir, sampaikan pada anak bahwa setiap perilaku memiliki konsekuensi masing-masing. Dengan memberi tahu anak pengertian semacam ini, mau tidak mau mereka akan berpikir ulang ketika melakukan kebiasaan buruk. Begitu pula ketika mereka melakukan kebiasaan yang baik. Ketika anak tahu manfaat melakukan kebiasaan yang baik, anak bisa dengan senang hati melakukannya tanpa diminta.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kesimpulan<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menerapkan kebiasaan yang baik untuk anak usia dini bukanlah sesuatu yang mudah. Dibutuhkan kerja sama antara orang tua dan anak agar kebiasaan tersebut menjadi sesuatu yang bisa dilakukan tanpa beban. Selain upaya yang dilakukan di rumah, Ayah Bunda juga bisa memilih sekolah yang tepat agar anak terbiasa memiliki perilaku baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sekolah seperti Sekolah Murid Merdeka (SMM) termasuk salah satu yang memiliki program pembelajaran menarik dan mampu mendukung Ayah Bunda dalam menerapkan kebiasaan yang baik untuk anak. Didukung pengajar profesional dan metode pembelajaran berbasis minat bakat, SMM mendukung perkembangan anak dari segala aspek secara optimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi, selain mendapatkan pendidikan memadai secara akademik, anak juga akan distimulasi aspek sosial emosionalnya sehingga memiliki perilaku dan karakter baik yang bisa diterima masyarakat secara universal. Menarik bukan? Info lebih lengkap tentang SMM bisa Ayah Bunda dapatkan <\/span><a href=\"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/sekolah-unggulan-di-indonesia\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">di sini<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah ulasan tentang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tips<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau cara menerapkan <\/span><b>kebiasaan baik <\/b><span style=\"font-weight: 400;\">untuk anak usia dini, semoga bermanfaat. <\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa yang tidak ingin anaknya memiliki kebiasaan baik? Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi dengan nilai positif yang diterima secara sosial dan universal. Agar anak memiliki kebiasaan yang baik, menceramahi saja tidak akan cukup. Anak juga perlu melalui beberapa tahapan agar mereka terbiasa melakukan hal-hal positif. Cara Menerapkan Kebiasaan Baik pada Anak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":774,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[15,21],"tags":[31,26,35,27,80,37,29,28,84],"class_list":["post-760","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-parenting","category-terbaru","tag-anak","tag-belajar","tag-eksperimen","tag-informatif","tag-perilaku","tag-permainan","tag-sains","tag-sekolah","tag-sikap-baik"],"acf":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/20-0-kompas.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/760","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=760"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/760\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":780,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/760\/revisions\/780"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/774"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=760"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=760"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=760"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}