{"id":871,"date":"2023-04-16T09:15:01","date_gmt":"2023-04-16T09:15:01","guid":{"rendered":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/?p=871"},"modified":"2023-09-20T03:39:49","modified_gmt":"2023-09-20T03:39:49","slug":"sekolah-murid-merdeka-di-edutech-asia-2022-singapura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/sekolah-murid-merdeka-di-edutech-asia-2022-singapura\/","title":{"rendered":"Sekolah Murid Merdeka di Edutech Asia 2022, Singapura"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada akhir kuartal 2022 bertepatan dengan forum Edutech Asia 2022 di Singapura, Founder dari Sekolah Murid Merdeka, Ibu Najelaa Shihab menjadi salah satu panelis dalam diskusi mengenai pembelajaran masa depan. Pada forum ini tren mengenai pendidikan dibahas dalam kaitannya dengan pandemi dan digitalisasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-873\" src=\"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/IMG-20221113-WA0005.jpg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"1197\" srcset=\"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/IMG-20221113-WA0005.jpg 1600w, https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/IMG-20221113-WA0005-300x224.jpg 300w, https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/IMG-20221113-WA0005-1024x766.jpg 1024w, https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/IMG-20221113-WA0005-768x575.jpg 768w, https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/IMG-20221113-WA0005-1536x1149.jpg 1536w, https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/IMG-20221113-WA0005-1200x898.jpg 1200w\" sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<h3><b>Kilas Balik Sekolah Murid Merdeka<\/b><\/h3>\n<p><a href=\"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sekolah Murid Merdeka<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> dibentuk pada akhir 2019 dengan meyakini metode belajar Sekolah Murid Merdeka sebagai \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">future of education<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">blended<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\/campuran. Perpaduan metode belajar tidak hanya antara <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">offline<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, namun juga <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">synchronous<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">asynchronous<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Sekolah Murid Merdeka percaya bahwa pemerataan pendidikan dapat terjadi dengan bantuan teknologi dan kolaborasi antar sekolah, orangtua, murid dan industri. Pandemi pastinya membuat semua pemangku kepentingan dalam pendidikan kaget. Sekolah Murid Merdeka pun tak terkecuali, konsep Sekolah Murid Merdeka yang awalnya adalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">blended<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\/campuran, terpaksa berubah menjadi full online di Maret 2020 sampat beberapa waktu lalu akhirnya sudah dimungkinkan kegiatan tatap muka. <\/span><b>Najelaa Shihab mengatakan beberapa poin penting terkait tren pendidikan:<\/b><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<ul>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Di Sekolah Murid Merdeka, kemampuan anak untuk memegang kendali penuh pada pembelajarannya sangat terlihat berkembang. Sebelumnya bentuk pembelajaran yang lebih banyak satu arah dan jauh dari fleksibilitas seolah \u2018mengungkung\u2019 potensi anak.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Tren pada <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Education Technology Company<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sebelumnya hanya fokus pada \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">test preparation<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d kemudian mulai bergerak menjadi fokus pada jenjang yang lebih dini dan integrasi inovasi-inovasinya dengan pembelajaran dan sekolah. Tidak hanya berlomba dalam pembuatan konten yang menarik tapi juga berusaha menghadirkan pembelajaran yang bermakna yang pada akhirnya akan memberikan dampak yang baik pada murid.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Transparansi pada pengalaman belajar anak yang membuat keterlibatan yang tepat dari orangtua dalam bersama-sama dengan guru dan sekolah untuk meningkatkan hasil belajar anak. Dengan kemudahan yang dihadirkan oleh teknologi dari mulai pekerjaan rumah maupun jadwal anak yang perlu diperhatikan, sampai kepada umpan balik langsung tidak hanya dari guru ke murid tapi juga sebaliknya.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><span style=\"font-weight: 400;\">Pembelajaran yang awalnya hanya mendobrak \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">when<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d melalui fleksibilitas self paced learning dan \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">where<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d melalui classroom without walls (anak bisa belajar di luar kelas atau sekolah), saat ini juga bergerak kepada \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">with who<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d. Umpan balik yang awalnya hanya dari guru untuk murid saat ini terlihat juga terbentuk antar murid. Murid juga saat ini mendapatkan akses untuk belajar melalui media-media yang ada. Fungsi guru pun kemudian bergerak menjadi fasilitator yang dapat menghadirkan ruang-ruang diskusi yang menyenangkan dan menantang bagi murid.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<h3><b>Pendapat Ahli Edutech<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Beberapa poin menarik juga disampaikan oleh Joh Liang Hee, CTO Sing-Ed Global Schoolhouse, yang sudah cukup lama berkecimpung di pendidikan juga turut membangun sistem pendidikan di Singapura. Beliau mengatakan bahwa fase pertama dalam teknologi dalam pendidikan adalah membuat guru nyaman dengan penggunaan teknologi yang mempermudah administrasi. Guru kemudian bisa lebih fokus dalam pembelajaran dan memberikan sentuhan personalisasi yang lebih banyak bagi murid. Bentuk pembelajaran yang awalnya adalah hafalan dan ujian sudah jauh berubah menjadi pengalaman penggalian ide sampai refleksi. Teknologi perlu digaris bawahi dalam pendidikan fungsinya sebagai pendukung bagi pembelajaran yang tidak hanya fokus pada ujian namun meningkatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">versatility<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">agility<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> &amp; <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">critical thinking<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Najelaa Shihab menyatakan mengenai value proposition atau kelebihan-kelebihan Sekolah Murid Merdeka sebagai sekolah yang berkembang pesat di saat pandemi dari sudut pandang orang tua. Kata kunci nya adalah fleksibilitas, setelah pandemi orang tua menjadi lebih terpapar dengan proses belajar anak di sekolah, sehingga sekarang keberadaan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">alternative school<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> seperti SMM menjadi pilihan yang segar.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai ahli dalam penyediaan perangkat bagi pendidikan Emma Ou, Country Head ASUS mengatakan bahwa personalisasi bagi perangkat yang digunakan di sekolah pun menjadi sangat penting. Terutama saat kita bicara mengenai perangkat yang digunakan oleh murid-murid yang lebih muda issue mengenai durabilitas, reliabilitas maupun keamanan menjadi fungsi-fungsi atau fitur-fitur wajib yang perlu dihadirkan. Tren perangkat juga akan semakin terpersonalisasi dari segi desain yang lebih ramah untuk anak.<\/span><\/p>\n<h3><b>Kompetensi Guru di Sekolah Murid Merdeka<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pada sesi tanya jawab, beberapa pertanyaan menarik mengenai kompetensi guru yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dari tren yang terus berubah. Berdasarkan pengalaman di Sekolah Murid Merdeka, kemampuan yang diperlukan paling banyak adalah \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">learning design<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d bagaimana guru dapat merangkai pembelajaran dengan berbagai pilihan aktivitas dan sumber yang bertebaran saat ini. Di Sekolah Murid Merdeka, terlihat bahwa kompetensi ini sangat berbeda pada pengalaman belajar \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">online<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d maupun \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">offline<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d sehingga untuk bisa menghadirkan integrasi yang mulus diperlukan latihan dan mental untuk selalu belajar pada setiap guru. Salah satu pengalaman menarik di Sekolah Murid Merdeka adalah nusantara time, sesi ini merupakan sesi 15-20 menit pembelajaran yang menghadirkan seluruh murid dan guru dari berbagai lokasi Hub Sekolah Murid Merdeka (saat ini telah ada 31 titik di seluruh Indonesia) saling bertegur sapa dan berdiskusi. Perasaan murid-murid sebagai bagian dari komunitas yang sangat besar dan beragam pun menjadi pengalaman yang luar biasa. Contoh paling nyata disebutkan Najelaa Shihab dalam forum ini, yaitu salah satu unit yang sering dihadirkan dalam pembelajaran di tingkat pra-sekolah atau SD awal yaitu \u201c<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">farm to table<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">\u201d begitu terasa perbedaannya dimana ada anak di kota besar yang membeli bahan makanan untuk memasak di rumah dengan murid-murid di desa yang bahan makanannya dipanen atau bahkan ditangkap. \u201cKeberagaman yang hadir di SMM menghadirkan kualitas belajar yang belum pernah saya lihat sebelumnya\u201d ujar Najelaa Shihab.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Panel : The Future of Learning is Digital<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Rabu, 9 November 2022<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Panelis :\u00a0<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Najelaa Shihab, Founder Sekolah Murid Merdeka<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Gaurava Yadav, Founder Indian Principals Network<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Joh Liang Hee, CTO Sing-Ed Global Schoolhouse<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Emma Ou, Country Head ASU<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">S<\/span><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Moderator :<\/span><\/i><\/p>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Crispian Farrow, CIO EiM Global<\/span><\/i><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada akhir kuartal 2022 bertepatan dengan forum Edutech Asia 2022 di Singapura, Founder dari Sekolah Murid Merdeka, Ibu Najelaa Shihab menjadi salah satu panelis dalam diskusi mengenai pembelajaran masa depan. Pada forum ini tren mengenai pendidikan dibahas dalam kaitannya dengan pandemi dan digitalisasi.\u00a0 Kilas Balik Sekolah Murid Merdeka Sekolah Murid Merdeka dibentuk pada akhir 2019 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":888,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[14,18,21],"tags":[82,31,47,60,27,76,28],"class_list":["post-871","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-terkini-smm","category-event","category-terbaru","tag-akademis","tag-anak","tag-bersosialisasi","tag-empati","tag-informatif","tag-pendidikan","tag-sekolah"],"acf":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2022\/01\/p25.jpg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/871","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=871"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/871\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":876,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/871\/revisions\/876"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/888"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=871"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=871"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sekolahmuridmerdeka.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=871"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}