Categories
Parenting Terbaru

5 Cara Menerapkan Kebiasaan yang Baik untuk Anak

Siapa yang tidak ingin anaknya memiliki kebiasaan baik? Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi dengan nilai positif yang diterima secara sosial dan universal. Agar anak memiliki kebiasaan yang baik, menceramahi saja tidak akan cukup. Anak juga perlu melalui beberapa tahapan agar mereka terbiasa melakukan hal-hal positif.

Cara Menerapkan Kebiasaan Baik pada Anak

Kebiasaan Baik

Ada beberapa cara yang bisa Ayah Bunda lakukan agar anak terbiasa melakukan hal-hal positif dan tumbuh menjadi pribadi dengan sikap santun. Berikut ulasannya:

– Memulai dari Kebiasaan Sederhana

Langkah awal menerapkan kebiasaan yang baik adalah mulai dari kebiasaan sederhana. Dengan memulai dari kebiasaan sederhana dan bisa dilakukan sehari-hari, anak tidak merasa terbebani dalam melakukan kegiatan tersebut. Beberapa contoh kegiatan sederhana yang bisa diterapkan adalah bangun lebih pagi, merapikan selimut, mandi pagi, hingga menyiapkan kebutuhannya sendiri.

Dari kebiasaan sederhana ini, anak akan lebih mudah menerapkan kebiasaan lain yang bermanfaat dalam hidup dan mendukung perkembangan sosial emosional mereka secara optimal.

– Membiasakan Kebiasaan Baik Selama 21 Hari

Menurut sebuah penelitian, butuh waktu selama 21 hari untuk mengubah pola kebiasaan yang dilakukan sehingga menjadi sesuatu yang wajar dan dilakukan tanpa beban. Hal ini juga bisa Ayah Bunda terapkan pada anak untuk membentuk sikap mereka agar menjadi lebih baik.

Jadi selama 21 hari, latih anak untuk menerapkan beberapa kebiasaan baik seperti beribadah atau merapikan alat tulis dan mainan setelah dipakai. Ketika semua kegiatan tersebut dilakukan secara rutin selama 21 hari, tanpa disadari anak akan terbiasa melakukan tanpa diminta lagi.

– Memberi Tahu Anak Tujuan Kebiasaan Baik

Sebagai orang tua, kita sering kali meminta anak melakukan sesuatu tanpa memberi mereka pengertian bahwa hal tersebut perlu dilakukan. Padahal, dengan memberi tahu anak tujuan dari kebiasaan yang dilakukan, mereka bisa dengan senang hati melakukan hal tersebut.

Misalnya, Ayah Bunda ingin anak menjadi disiplin dalam waktu. Beri mereka pengertian bahwa melakukan sesuatu melebihi waktu yang ditentukan akan merugikan orang lain. Kalau perlu, beri mereka contoh seperti jika terlambat masuk sekolah, anak akan tertinggal banyak kegiatan menarik.

– Membuat Kontrak Perilaku

Pada dasarnya, anak bisa diajak bekerja sama selama kita memahami eksistensi mereka sebagai manusia yang juga memiliki otoritas terhadap diri sendiri. Inilah mengapa salah satu untuk menerapkan kebiasaan baik yang cukup efektif adalah dengan membuat kontak perilaku.

Buatlah perjanjian sederhana dengan melibatkan anak tentang aturan dan konsekuensi. Misalnya, ajak anak membuat kontrak bahwa bermain gadget hanya bisa dilakukan hari Minggu saja selama 1 jam pada siang hari. Jika hal ini tidak dituruti, anak harus mencuci piring atau merapikan kamarnya.

– Memberi Tahu Anak Sebab Akibat Perilakunya

Terakhir, sampaikan pada anak bahwa setiap perilaku memiliki konsekuensi masing-masing. Dengan memberi tahu anak pengertian semacam ini, mau tidak mau mereka akan berpikir ulang ketika melakukan kebiasaan buruk. Begitu pula ketika mereka melakukan kebiasaan yang baik. Ketika anak tahu manfaat melakukan kebiasaan yang baik, anak bisa dengan senang hati melakukannya tanpa diminta. 

Kesimpulan

Menerapkan kebiasaan yang baik untuk anak usia dini bukanlah sesuatu yang mudah. Dibutuhkan kerja sama antara orang tua dan anak agar kebiasaan tersebut menjadi sesuatu yang bisa dilakukan tanpa beban. Selain upaya yang dilakukan di rumah, Ayah Bunda juga bisa memilih sekolah yang tepat agar anak terbiasa memiliki perilaku baik.

Sekolah seperti Sekolah Murid Merdeka (SMM) termasuk salah satu yang memiliki program pembelajaran menarik dan mampu mendukung Ayah Bunda dalam menerapkan kebiasaan yang baik untuk anak. Didukung pengajar profesional dan metode pembelajaran berbasis minat bakat, SMM mendukung perkembangan anak dari segala aspek secara optimal.

Jadi, selain mendapatkan pendidikan memadai secara akademik, anak juga akan distimulasi aspek sosial emosionalnya sehingga memiliki perilaku dan karakter baik yang bisa diterima masyarakat secara universal. Menarik bukan? Info lebih lengkap tentang SMM bisa Ayah Bunda dapatkan di sini

Itulah ulasan tentang tips atau cara menerapkan kebiasaan baik untuk anak usia dini, semoga bermanfaat.

Categories
Parenting Pendidikan

Bukan Hanya Akademis, Ini Manfaat Sekolah untuk Anak Usia Dini

Sebenarnya ada banyak sekali manfaat sekolah untuk anak usia dini, selain dari faktor akademis. Sayangnya, selama ini kebanyakan orang tua hanya berharap anaknya berkembang secara akademis. Akibatnya, banyak yang kecewa ketika anak menyelesaikan pendidikan tetapi belum lancar dalam hal calistung.

Secara umum, perkembangan anak usia dini bukan hanya tentang calistung. Ada banyak aspek lain yang perlu distimulasi agar anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal. Lalu, apa saja manfaat memasukkan anak ke sekolah selain membuat mereka pintar?

Manfaat Memasukkan Anak ke Sekolah

Manfaat Sekolah

– Mengembangkan Kemampuan Bersosialisasi Anak

Manusia adalah mahluk sosial, jadi sangat wajar apabila Ayah Bunda ingin anak tumbuh sebagai manusia dengan kemampuan sosialisasi yang baik. Mendidik anak di rumah dan mengenalkannya dengan lingkungan keluarga saja tidak cukup untuk menstimulasi kemampuan bersosialisasi.

Anak perlu lingkungan yang lebih luas dan bertemu anak lain dengan berbagai sifat dan latar belakang. Nah, memasukkan anak ke sekolah sejak dini akan sangat membantu mereka dalam bersosialisasi. Di sekolah, anak bisa mengenal orang lain selain keluarga seperti guru atau teman.

– Mengembangkan Kemampuan Motorik Anak

Selain aspek sosial, anak juga perlu bersekolah agar kemampuan motoriknya dapat terasah. Meskipun mungkin kemampuan ini dapat diasah di rumah melalui permainan sederhana bersama Ayah Bunda, anak bisa melakukan kegiatan yang lebih bervariasi dengan alat bahan lebih lengkap di sekolah.

Selain itu, ketika mengembangkan kemampuan motorik di sekolah, anak juga berkesempatan mengembangkan kemampuan lain seperti bermain secara sportif, bekerja sama dengan teman, menyesuaikan diri dengan permainan, berlatih kepemimpinan, dan masih banyak lagi.

– Membantu Anak Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan Baru

Manfaat sekolah lainnya adalah membantu anak menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Sebelum masuk ke sekolah, anak hanya mengenal lingkungan rumah dan keluarga sebagai tempat tinggal mereka. Ketika sekolah, mereka berkesempatan mengenal lingkungan baru yang berbeda.

Berada di lingkungan baru, mau tidak mau menuntut anak untuk menyesuaikan diri. Jika biasanya dia cenderung egois, anak akan mulai memahami bahwa sikapnya tidak bisa dibenarkan di setiap tempat. Jadi, ketika dewasa dan bertemu lingkungan baru lainnya, anak lebih mudah beradaptasi. 

– Melatih Disiplin Anak

Selanjutnya, sekolah juga sangat bermanfaat dalam melatih kedisiplinan anak. Bagaimana tidak, anak dituntut untuk mengikuti serangkaian kegiatan dari jam tertentu hingga berakhir sehingga mau tidak mau, sebelumnya anak sudah harus mempersiapkan diri. 

Meskipun mungkin sekolah yang diikuti menggunakan metode pembelajaran online, setiap sekolah pasti memiliki rangkaian kegiatan yang bisa melatih kedisiplinan anak. Inilah mengapa memasukkan anak ke sekolah sangat bermanfaat dalam menstimulasi sikap disiplin mereka.

– Mengenalkan Anak Pada Aturan

Terakhir, sekolah juga bermanfaat dalam mengenalkan anak pada aturan. Aturan di rumah tentu saja berbeda dengan aturan di sekolah. Di sekolah, anak akan belajar bahwa setiap tindakan punya konsekuensinya masing-masing. Hal ini akan melatih anak untuk memahami bahwa dalam bersikap, mereka tidak bisa sembarangan.

Meskipun mungkin aturan yang dikenalkan di sekolah cenderung ringan, seperti berbaris rapi, mengembalikan alat tulis atau mainan ke tempatnya setelah dipakai, hingga antri saat cuci tangan, namun hal semacam ini justru akan membuat anak lebih teratur.

Kesimpulan

Membaca ulasan di atas membuat kita sadar bahwa selain dari segi akademis, ada banyak sekali manfaat memasukkan anak ke sekolah. Inilah mengapa sangat penting bagi Ayah Bunda untuk memasukkan anak ke sekolah yang dapat menyediakan pendidikan secara menyeluruh.

Salah satu rekomendasi sekolah yang bisa Ayah Bunda pilih adalah Sekolah Murid Merdeka atau SMM. Sekolah ini menawarkan metode Blended Learning dalam memberi pembelajaran pada anak; artinya anak dibebaskan untuk memilih kelas online atau offline.

Selain itu, SMM didukung dengan kurikulum integratif yang mendukung stimulasi minat bakat anak. Jadi, selain mendapat pendidikan secara akademis, anak juga berkesempatan mengembangkan keterampilan lain yang membuat mereka tumbuh dan berkembang secara optimal.

Jadi, tertarik untuk memasukkan anak ke SMM? Info tentang kelas dan program pembelajarannya bisa Ayah Bunda lihat di sini, ya. Itulah beberapa manfaat sekolah untuk anak usia dini. Semoga bermanfaat.

Categories
Parenting Terbaru

Tips Parenting: Ketahui Penyebab Anak Kasar dan Pemarah

Menjadi orang tua memang bukan hal mudah sehingga kita butuh banyak tips parenting, terutama bagi Ayah Bunda yang memiliki anak usia dini. Pada usia tersebut, anak mulai memiliki perilaku dan pikiran yang sulit dimengerti. Beberapa ada yang terlalu diam, yang lain mungkin malah terlalu aktif dan cenderung kasar.

Pada usia dini, anak mulai memiliki emosi dan memahami bahwa mereka bisa memiliki rasa senang atau bahkan tidak nyaman. Perkembangan emosi pada anak usia dini merupakan tahapan yang wajar. Sebagai orang tua, Ayah Bunda tidak bisa selalu menyalahkan dan menghakimi anak.

Hal serupa juga berlaku pada anak yang dianggap kasar dan pemarah. Untuk bisa memahami, kita perlu tahu penyebab sikap tersebut.

Alasan Anak Berucap Kasar

Tips Parenting

– Mendengar dari Orang Lain di Lingkungannya

Anak usia dini ibarat spons. Mereka sangat fleksibel dan mudah menyerap segala hal yang dilihat serta didengar dari lingkungan. Inilah mengapa, salah satu penyebab anak memiliki perilaku kasar adalah akibat interaksi dengan orang lain di lingkungan mereka.

Anak bisa saja meniru sesuatu yang mereka dengar dari anak lain atau orang dewasa di sekitar. Mereka belum tahu bahwa hal tersebut tidak benar dan menganggap itu patut ditiru. Jika ini yang terjadi, kita perlu memberi pengertian bahwa tidak semua hal bisa diikuti.

– Menyaksikan Tayangan TV dan Video

Selain lingkungan, apa yang anak tonton melalui TV dan gadget juga bisa menjadi penyebab mereka berkata kasar dan memiliki perilaku pemarah. Diakui atau tidak, tayangan yang beredar saat ini sangat beragam. Kualitasnya juga tidak bisa dikontrol sebab masing-masing platform memiliki batasan berbeda.

Sebagai orang tua, yang bisa Ayah Bunda lakukan adalah membatasi tontonan tidak pantas. Dampingi anak saat melihat tayangan TV dan video, atau pilih tayangan yang sesuai dengan usia anak. 

– Mendengar dari Orang tua

Perilaku kasar dan pemarah anak juga bisa disebabkan oleh orang tua mereka. Ya, Ayah Bunda mungkin tidak sadar bahwa apa yang kita lakukan atau ucapkan kerap kali ditiru oleh anak. Hal ini terjadi karena, anak menganggap bahwa Ayah Bunda adalah panutan mereka.

Sebagai orang tua, tips parenting yang bisa dilakukan adalah menjaga sikap serta ucapan ketika berada di sekitar anak. Apabila terlanjur bersikap tidak baik, beri anak pengertian bahwa hal tersebut tidak benar dan beri tahu alasan yang mudah dimengerti kenapa Ayah Bunda sampai bersikap kasar.

– Merasa Keren

Anak adalah mahluk yang simple. Mereka mudah kagum pada sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dilihat atau dialami. Jadi, sangat wajar apabila anak bersikap kasar dan pemarah hanya karena mereka menganggap sikap tersebut keren sehingga patut untuk ditiru.

Apabila ini yang terjadi, sebagai orang tua, Ayah Bunda  tidak boleh langsung memarahi mereka. Pahami dulu mengapa anak bisa bersikap kasar dan pemarah. Jika alasannya karena mereka anggap itu keren, beri anak pengertian bahwa hal tersebut tidak baik.

– Tidak Mengerti Bahwa Hal Tersebut Tidak Baik

Sempat disinggung sebelumnya, salah satu penyebab anak bisa bersikap kasar dan pemarah adalah karena mereka belum memahami bahwa sikap tersebut tidak baik. Mereka hanya tahu bahwa orang dewasa atau anak lain di sekitar juga bersikap seperti itu sehingga mereka merasa perlu melakukan hal yang sama.

Nah, itulah ulasan tentang penyebab anak bersikap kasar dan menjadi pemarah. Sebagai orang tua, kita perlu bersikap sabar dan menyadari bahwa anak butuh proses untuk menjadi pribadi yang santun. Selain itu, kita juga perlu mendukung anak dengan menyediakan pendidikan berkualitas.

Salah satunya adalah dengan memasukkan anak ke sekolah yang memiliki program pembelajaran berbasis minat bakat dan peduli pada pendidikan karakter seperti Sekolah Murid Merdeka (SMM). Dilengkapi dengan kurikulum memadai dan didukung pengajar profesional berpengalaman, SMM tidak hanya menyediakan pendidikan akademis berkualitas tetapi juga pembentukan karakter anak secara optimal.

Memanfaatkan metode Blended Learning, SMM memberi anak kebebasan untuk memilih waktu dan model pembelajaran yang mereka sukai. Dengan begitu, anak nyaman dengan proses belajar dan bisa mengembangkan kemampuan mereka secara maksimal.

Bagaimana, tertarik dengan program SMM? Ayah Bunda bisa mengetahui info lengkapnya di sini, ya. Semoga tips parenting di atas bermanfaat.

Categories
Parenting Pendidikan

Ini Pentingnya Menerapkan Pendidikan Karakter Sejak Dini

Menerapkan pendidikan karakter anak sejak usia dini adalah hal penting. Usia dini merupakan masa golden age; artinya, pada usia ini, anak memiliki perkembangan otak yang cukup pesat sehingga segala bentuk pendidikan yang diberikan mampu dicerna dengan cepat dan mudah. 

Inilah mengapa membentuk karakter anak sejak balita akan lebih mudah dan menjadi dasar kuat hingga mereka dewasa kelak. Selain itu, menerapkan pendidikan karakter sejak usia dini juga memiliki banyak manfaat lain.

Manfaat Penerapan Pendidikan Karakter

Pendidikan Karakter Anak

Membentuk Karakter Baik Anak

Ada berbagai macam karakter yang bisa diterapkan ke anak. Namun secara umum, kita pasti menginginkan anak memiliki karakter baik. Dengan memberikan pendidikan karakter sejak dini, potensi berkembangnya nurani dan akhlak baik dalam diri anak cenderung lebih besar. 

Hal ini tentu saja akan memberi banyak manfaat saat mereka dewasa nanti. Anak akan tumbuh menjadi pribadi santun dan senantiasa menunjukkan nilai positif ke sesama sekaligus lingkungan sekitar. Ayah Bunda juga pasti bangga ketika anak tumbuh menjadi pribadi yang dihormati secara sosial karena perilaku baik.

Membiasakan Perilaku Baik

Selain itu, menerapkan pendidikan karakter sejak dini akan membuat anak terbiasa memiliki perilaku baik. Anak akan terbiasa melakukan perbuatan terpuji tanpa disuruh. Dengan begitu, ketika dewasa, mereka menjadi seseorang yang memiliki nilai positif secara sosial maupun agama.

Tidak hanya kebiasaan baik, dengan memberikan pendidikan karakter sejak dini, Ayah Bunda dapat mengembangkan kebiasaan lain seperti melakukan tradisi budaya dan religius sesuai nilai yang dianut keluarga masing-masing.

Menanamkan Jiwa Kepemimpinan

Memiliki jiwa kepemimpinan penting bagi anak. Jadi, ketika dewasa nanti, mereka bisa menjadi pribadi yang tangguh, tidak mudah terpengaruh, dan termotivasi untuk ikut serta menyebarkan nilai positif. Dengan memberikan pendidikan karakter anak sejak dini, secara tidak langsung Ayah Bunda juga akan menanamkan jiwa kepemimpinan di dalam diri anak.

Bekal Sebelum Memasuki Dunia Sosial

Ada banyak hal yang akan dihadapi anak seiring usianya bertambah. Makin dewasa, lingkungan mereka akan makin luas. Harapannya, anak bisa beradaptasi dengan segala jenis lingkungan yang ditemui nanti. Untuk membekali anak, Ayah Bunda bisa menerapkan pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari.

Anak yang terbiasa mendapat pendidikan karakter akan memiliki pondasi yang kuat dalam beradaptasi di lingkungan sosial seperti sekolah. Mereka bisa dengan mudah diterima lingkungan sosial karena memiliki perilaku yang secara universal dinilai terpuji.

Menyiapkan Anak untuk Menghadapi Semua Masalah Kehidupan

Tidak hanya itu, anak yang memperoleh pendidikan karakter memadai akan terlatih untuk menghadapi segala masalah kehidupan sesuai dengan nilai yang mereka mengerti dan pahami. Diakui atau tidak, masalah merupakan salah satu bagian dari hidup yang tidak bisa dihindari.

Dengan bekal pendidikan karakter yang kuat, anak mampu menghadapi semuanya secara positif dan menyebarkan nilai tersebut ke sekitar. Meskipun mungkin di masa depan mereka tidak bisa selalu mengatasinya, paling tidak anak bisa beradaptasi dengan setiap masalah yang ada berbekal karakter yang ditanamkan sejak dini.

Kesimpulan

Melihat ulasan di atas dapat kita simpulkan bahwa memberikan pendidikan karakter pada anak sejak dini merupakan sesuatu yang perlu untuk dilakukan. Pendidikan karakter tidak hanya bisa mereka dapatkan dari Ayah Bunda, tetapi juga lingkungan tumbuh kembang lain seperti sekolah.

Inilah mengapa memilih sekolah yang sesuai bagi anak usia dini sangatlah penting. Pada dasarnya, setiap sekolah untuk anak usia dini memiliki program pembelajaran yang fokus pada pengembangan kemampuan anak dalam hal motorik, kognitif, sosial emosional, bahasa, serta nilai agama dan moral.

Namun, tidak semua sekolah memiliki program pendidikan karakter memadai. Salah satu sekolah dengan program pembelajaran menarik adalah Sekolah Murid Merdeka (SMM). Sesuai namanya, di sekolah ini anak diberi kebebasan untuk memilih bagaimana mereka belajar dan program apa yang ingin diikuti sesuai minat bakat.

Dengan metode Blended Learning, SMM menyediakan pilihan kelas online dan offline sehingga orang tua juga bisa memantau tumbuh kembang anak secara maksimal. Didukung tenaga pengajar profesional berpengalaman dan kurikulum memadai, SMM mendukung pendidikan karakter anak sejak dini.

Nah, itulah ulasan tentang pentingnya menerapkan pendidikan karakter sejak dini. Bagaimana, apa Ayah Bunda tertarik dengan program yang ditawarkan SMM? Silakan klik infonya di sini, ya.

Categories
Parenting Terbaru

Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri pada si Pemalu

Bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak yang pemalu? Ini mungkin adalah pertanyaan yang paling banyak diajukan oleh orang tua yang anaknya kerap merasa canggung dan malu saat dihadapkan pada situasi baru.

Punya sifat pemalu sebenarnya bukan hal yang salah. Anak-anak yang pemalu umumnya lebih mudah berempati, cenderung bijaksana dan juga mandiri. Namun, jika sifat pemalu anak sampai mengganggu interaksi dan aktivitas sosialnya, Anda sebagai orang tua harus turun tangan. Simak cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak yang pemalu berikut ini!

Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

Ajak Anak Bercerita tentang Hal-hal yang Membuatnya Merasa Malu

Anak pemalu biasanya merasa enggan menunjukkan kemampuan diri atau menceritakan tentang isi hatinya. Sebagai orang tua, Anda adalah orang pertama yang harus mendorong si kecil untuk mencurahkah perasaannya. Dengan cara ini, Anda bisa tahu hal apa sebenarnya yang membuatnya merasa malu. Setelahnya, Anda bisa mencari tahu cara terbaik untuk melawan perasaan malu itu dan mendorong munculnya keberanian dalam diri anak.

Hindari Menyebutnya Sebagai “Si Pemalu”

Anak akan memercayai apa yang mereka dengar terus-menerus. Walaupun si kecil memiliki sifat pemalu, sengaja menyebutnya sebagai ‘si pemalu’ terutama di hadapan orang lain akan membuat anak benar-benar percaya bahwa dirinya memang pemalu. 

Alih-alih, berikan afirmasi yang positif. Jika anak mulai berani melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukannya sebelumnya, ucapkan, “Wah, anak Mama hebat, sudah berani begini dan begitu.” Ini akan mendorongnya menjadi lebih berani.

Ajak Anak Melakukan Interaksi Sosial

Cara selanjutnya yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak lebih percaya diri terutama dalam pergaulan adalah dengan membantunya melakukan interaksi sosial. Misalnya saja ketika Anda sedang mengajaknya bermain ke playground dan bertemu dengan anak-anak lain, ajak si kecil memulai interaksi dengan mereka. Inisiasi obrolan agar si kecil tahu bagaimana caranya memulai interaksi sosial yang baik.

Jangan Memarahi Anak

Ketika sifat pemalu anak sudah mulai mengganggu aktivitas sekolah maupun sosialnya, Anda sebagai orang tua mungkin akan merasa frustrasi. Meski begitu, jangan sampai hal tersebut membuat Anda memaksa anak melakukan hal yang tidak dia sukai, apalagi sampai memarahinya. Cobalah untuk memposisikan diri sebagai anak.

Bagaimana cara anak memandang lingkungan sekitar dan orang lain? Selanjutnya, berikan penjelasan pada si kecil bahwa sebenarnya tidak ada hal yang perlu ditakutkannya.

Berikan Contoh Sikap Percaya Diri

Anak adalah peniru ulung. Jika ingin anak menjadi sosok yang berani dan percaya diri, sebagai orang tua Anda harus memberikan contoh. Misalnya saja dengan menunjukkan pada si kecil bagaimana cara menyapa tetangga atau orang yang dikenal saat bertemu di jalan. Dengan cara ini si kecil bisa mulai mencontohnya dari Anda.

Bangun Rasa Percaya Diri Anak

Untuk membangun rasa percaya diri anak, libatkan dia saat Anda berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal. Misalnya saja dengan memintanya membayar barang belanjaan yang Anda beli di supermarket. Beri dia uang dan biarkan anak yang menyelesaikan transaksi. Bisa juga dengan cara memintanya memesan sendiri makanan yang dia inginkan saat Anda dan keluarga sedang makan di luar. Mengadakan pesta kecil-kecilan dan mengundang teman-teman anak ke rumah juga bisa menjadi cara yang jitu untuk membangun rasa percaya diri si kecil.

Jangan Pelit Pujian 

Hal terakhir yang tidak boleh Anda lupakan adalah memberi apresiasi pada si kecil. Ketika anak berhasil melakukan pembayaran di kasir, beri dia pujian. Ketika anak menyapa seseorang yang dikenalnya, beri dia pujian. Adanya pujian akan membuat anak merasa dirinya sudah melakukan hal yang benar dan baik. Dan seterusnya, dia akan lebih bersemangat untuk jadi sosok yang lebih berani.

Cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak yang pemalu memang tidak bisa dilakukan dalam satu atau dua hari. Namun, dengan langkah yang konsisten, Anda pasti bisa membentuk keberanian yang semakin besar pada diri si kecil. Kembangkan minat & potensi anak lebih jauh bersama Sekolah Murid Merdeka!