Categories
Berita Terkini SMM Event Terbaru

Sekolah Murid Merdeka di Edutech Asia 2022, Singapura

Pada akhir kuartal 2022 bertepatan dengan forum Edutech Asia 2022 di Singapura, Founder dari Sekolah Murid Merdeka, Ibu Najelaa Shihab menjadi salah satu panelis dalam diskusi mengenai pembelajaran masa depan. Pada forum ini tren mengenai pendidikan dibahas dalam kaitannya dengan pandemi dan digitalisasi. 

Kilas Balik Sekolah Murid Merdeka

Sekolah Murid Merdeka dibentuk pada akhir 2019 dengan meyakini metode belajar Sekolah Murid Merdeka sebagai “future of education” adalah blended/campuran. Perpaduan metode belajar tidak hanya antara online dan offline, namun juga synchronous dan asynchronous. Sekolah Murid Merdeka percaya bahwa pemerataan pendidikan dapat terjadi dengan bantuan teknologi dan kolaborasi antar sekolah, orangtua, murid dan industri. Pandemi pastinya membuat semua pemangku kepentingan dalam pendidikan kaget. Sekolah Murid Merdeka pun tak terkecuali, konsep Sekolah Murid Merdeka yang awalnya adalah blended/campuran, terpaksa berubah menjadi full online di Maret 2020 sampat beberapa waktu lalu akhirnya sudah dimungkinkan kegiatan tatap muka. Najelaa Shihab mengatakan beberapa poin penting terkait tren pendidikan:

 

  • Di Sekolah Murid Merdeka, kemampuan anak untuk memegang kendali penuh pada pembelajarannya sangat terlihat berkembang. Sebelumnya bentuk pembelajaran yang lebih banyak satu arah dan jauh dari fleksibilitas seolah ‘mengungkung’ potensi anak.
  • Tren pada Education Technology Company yang sebelumnya hanya fokus pada “test preparation” kemudian mulai bergerak menjadi fokus pada jenjang yang lebih dini dan integrasi inovasi-inovasinya dengan pembelajaran dan sekolah. Tidak hanya berlomba dalam pembuatan konten yang menarik tapi juga berusaha menghadirkan pembelajaran yang bermakna yang pada akhirnya akan memberikan dampak yang baik pada murid.
  • Transparansi pada pengalaman belajar anak yang membuat keterlibatan yang tepat dari orangtua dalam bersama-sama dengan guru dan sekolah untuk meningkatkan hasil belajar anak. Dengan kemudahan yang dihadirkan oleh teknologi dari mulai pekerjaan rumah maupun jadwal anak yang perlu diperhatikan, sampai kepada umpan balik langsung tidak hanya dari guru ke murid tapi juga sebaliknya.
  • Pembelajaran yang awalnya hanya mendobrak “when” melalui fleksibilitas self paced learning dan “where” melalui classroom without walls (anak bisa belajar di luar kelas atau sekolah), saat ini juga bergerak kepada “with who”. Umpan balik yang awalnya hanya dari guru untuk murid saat ini terlihat juga terbentuk antar murid. Murid juga saat ini mendapatkan akses untuk belajar melalui media-media yang ada. Fungsi guru pun kemudian bergerak menjadi fasilitator yang dapat menghadirkan ruang-ruang diskusi yang menyenangkan dan menantang bagi murid.

Pendapat Ahli Edutech

Beberapa poin menarik juga disampaikan oleh Joh Liang Hee, CTO Sing-Ed Global Schoolhouse, yang sudah cukup lama berkecimpung di pendidikan juga turut membangun sistem pendidikan di Singapura. Beliau mengatakan bahwa fase pertama dalam teknologi dalam pendidikan adalah membuat guru nyaman dengan penggunaan teknologi yang mempermudah administrasi. Guru kemudian bisa lebih fokus dalam pembelajaran dan memberikan sentuhan personalisasi yang lebih banyak bagi murid. Bentuk pembelajaran yang awalnya adalah hafalan dan ujian sudah jauh berubah menjadi pengalaman penggalian ide sampai refleksi. Teknologi perlu digaris bawahi dalam pendidikan fungsinya sebagai pendukung bagi pembelajaran yang tidak hanya fokus pada ujian namun meningkatkan versatility, agility & critical thinking.

Najelaa Shihab menyatakan mengenai value proposition atau kelebihan-kelebihan Sekolah Murid Merdeka sebagai sekolah yang berkembang pesat di saat pandemi dari sudut pandang orang tua. Kata kunci nya adalah fleksibilitas, setelah pandemi orang tua menjadi lebih terpapar dengan proses belajar anak di sekolah, sehingga sekarang keberadaan alternative school seperti SMM menjadi pilihan yang segar.

Sebagai ahli dalam penyediaan perangkat bagi pendidikan Emma Ou, Country Head ASUS mengatakan bahwa personalisasi bagi perangkat yang digunakan di sekolah pun menjadi sangat penting. Terutama saat kita bicara mengenai perangkat yang digunakan oleh murid-murid yang lebih muda issue mengenai durabilitas, reliabilitas maupun keamanan menjadi fungsi-fungsi atau fitur-fitur wajib yang perlu dihadirkan. Tren perangkat juga akan semakin terpersonalisasi dari segi desain yang lebih ramah untuk anak.

Kompetensi Guru di Sekolah Murid Merdeka

Pada sesi tanya jawab, beberapa pertanyaan menarik mengenai kompetensi guru yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dari tren yang terus berubah. Berdasarkan pengalaman di Sekolah Murid Merdeka, kemampuan yang diperlukan paling banyak adalah “learning design” bagaimana guru dapat merangkai pembelajaran dengan berbagai pilihan aktivitas dan sumber yang bertebaran saat ini. Di Sekolah Murid Merdeka, terlihat bahwa kompetensi ini sangat berbeda pada pengalaman belajar “online” maupun “offline” sehingga untuk bisa menghadirkan integrasi yang mulus diperlukan latihan dan mental untuk selalu belajar pada setiap guru. Salah satu pengalaman menarik di Sekolah Murid Merdeka adalah nusantara time, sesi ini merupakan sesi 15-20 menit pembelajaran yang menghadirkan seluruh murid dan guru dari berbagai lokasi Hub Sekolah Murid Merdeka (saat ini telah ada 31 titik di seluruh Indonesia) saling bertegur sapa dan berdiskusi. Perasaan murid-murid sebagai bagian dari komunitas yang sangat besar dan beragam pun menjadi pengalaman yang luar biasa. Contoh paling nyata disebutkan Najelaa Shihab dalam forum ini, yaitu salah satu unit yang sering dihadirkan dalam pembelajaran di tingkat pra-sekolah atau SD awal yaitu “farm to table” begitu terasa perbedaannya dimana ada anak di kota besar yang membeli bahan makanan untuk memasak di rumah dengan murid-murid di desa yang bahan makanannya dipanen atau bahkan ditangkap. “Keberagaman yang hadir di SMM menghadirkan kualitas belajar yang belum pernah saya lihat sebelumnya” ujar Najelaa Shihab.

 

Panel : The Future of Learning is Digital

Rabu, 9 November 2022

Panelis : 

Najelaa Shihab, Founder Sekolah Murid Merdeka

Gaurava Yadav, Founder Indian Principals Network

Joh Liang Hee, CTO Sing-Ed Global Schoolhouse

Emma Ou, Country Head ASUS

Moderator :

Crispian Farrow, CIO EiM Global

Categories
Pendidikan Populer Terbaru

Miliki Pembelajaran Bermakna SMM Lewat Learning Management System!

“Belajar” kerap menjadi momok bagi sebagian anak karena sering diasumsikan sebagai kegiatan yang memusingkan dan membosankan. Padahal, belajar seharusnya menjadi aktivitas yang menyenangkan dan bermakna melalui metode-metode kreatif serta memberikan anak ruang untuk merdeka dalam proses belajarnya. Dengan begitu, pembelajaran menjadi lebih efektif. Hal inilah yang diterapkan oleh Sekolah Murid Merdeka.

Sekolah Murid Merdeka yang mengusung sistem blended learning, daring dan luring, pertama di Indonesia yang mengusung metode fun learning untuk mencapai pemahaman kontekstual serta pembelajaran yang lebih bermakna. Sistem blended learning adalah konsep yang mengkombinasikan praktik pendidikan tatap muka (luring) dan berbasis digital (daring) dengan berbagai varian aktivitas yang menyenangkan, efektif, dan bermakna untuk anak. Berbagai keuntungan yang diberikan oleh sistem blended learning SMM, diantaranya:

Praktik Belajar Tatap Muka dan Daring Memberikan aktivitas pembelajaran yang seru, unik, dan menarik dalam kegiatan daring dan tatap muka.

Fleksibilitas Belajar Bisa atur jadwal belajar sesuai kebutuhan. Anak bisa belajar kapan pun dan di mana pun.

Pembelajaran Kontekstual Materi pembelajaran lewat pendekatan keseharian dan praktikum agar terciptanya pembelajaran yang lebih bermakna.

Dengan begitu, anak menjadi lebih nyaman dalam memilih jadwal dan metode belajar yang cocok dan terpersonalisasi untuk mencapai pemahaman kontekstual dan proses belajar menyenangkan.

         Di SMM, anak diberi kemerdekaan dalam memilih mata pelajaran pilihan di samping mata pelajaran wajib untuk mendukung minat dan bakatnya. Anak juga diberi keleluasaan dalam mengambil materi dan bahan ajar dari mana saja, tidak terbatas dari sekolah. Namun meski SMM memberikan banyak kebebasan dan keleluasaan dalam proses belajar anak, mulai dari jadwal, metode, hingga mata pelajaran yang terpersonalisasi, kegiatan belajar mengajar yang dilakukan tetap terstruktur dan terarah melalui Learning Management System atau LMS.     

Learning Management System

Learning Management System merupakan sistem berbasis digital yang dikembangkan oleh SMM dan SekolahMu untuk mendukung proses belajar anak. Di LMS, anak memungkinkan untuk mengakses banyak hal septas pembelajaran. Fiturnya sangat membantu untuk melihat apa saja yang harus dilakukan pada setiap kegiatannya. Dalam satu kegiatan, terdapat empat jenis kegiatan, yaitu materi, tugas, diskusi, dan pertemuan. Pada pertemuan akhir, terdapat pula fitur evaluasi belajar berisi ajuan project sumatif anak, refleksi belajar, dan kolom feedback orang tua terhadap sistem pembelajaran. Pada laman LMS tersebut, terdapat juga fitur pengumuman untuk memungkinkan ayah bunda dapat melihat program tambahan yang dapat diikuti anak. Tampilan LMS pun menarik dan user friendly sehingga mudah digunakan, baik bagi orang tua maupun anak. Dengan adanya LMS, anak menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap proses belajarnya, memungkinkannya belajar teknologi sejak dini, serta mendukung proses belajar yang menyenangkan melalui video ajar dan fitur-fitur kreatif lainnya.

         Proses belajar menyenangkan atau fun learning di SMM diwujudkan dengan berbagai cara, yaitu diantaranya:

video ajar dan highlight feature LMS 

Fitur materi yang disuguhkan pada laman LMS sangatlah variatif. Tidak hanya terpaku pada teks, metode pembelajaran juga disajikan menggunakan video menarik, game interaktif, infografis berwarna-warni, dan tools tambahan lainnya yang membuat proses belajar tidak membosankan. Terdapat pula fitur diskusi  menggunakan tools yang beragam, misalnya tools pengajuan kelompok belajar sendiri agar murid dapat mengenal temannya satu sama lain. Fitur tugas pun tidak monoton pada soal-soal berbasis teks. SMM lebih mengutamakan pengalaman praktikal sehingga tugas yang diberikan pun bervariasi, mulai dari games, project karya, atau mengunduh lembar kerja siswa. Terdapat pula fitur reminder setiap minggunya. 

Agenda field trip rutin, kunjungan, dan virtual tour

         Ayah Bunda tidak perlu khawatir jika anak terbiasa dalam pertemuan daring rutin, bagaimana ia dapat pintar berinteraksi dan bersosialisasi langsung dengan teman-teman di kelasnya? SMM memberikan program field trip rutin setiap 3 bulannya, kunjungan, dan virtual tour untuk mendukung proses eksplorasi dan sosialisasi anak. Program ini juga tidak dipungut biaya tambahan karena sudah termasuk dalam pembayaran di awal sesi pembelajaran. Pengenalan secara langsung melalui field trip ataupun kunjungan bertujuan agar anak dapat merasakan pengalaman belajar yang memahami konsep dan mengetahui secara dalam hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-harinya. Pembelajaran Dimulai dari memperkenalkan, mengetahui setiap proses, hingga membuat anak jadi lebih bisa menghargai hal-hal di sekitarnya.

Learning kit

         Baik dalam sesi Daring Rutin (DR) ataupun Tatap Muka Rutin (TMR), anak akan mendapatkan proses belajar yang interaktif dan menyenangkan. Salah satu caranya adalah dengan adanya play kit atau learning kit sesuai materi yang dipelajari. Untuk kelas daring rutin, learning kit akan dikirimkan ke rumah masing-masing.

Menekankan praktik untuk membentuk pemahaman secara kontekstual

         SMM lebih menekankan praktik dengan bobot teori hanya 10% saja. Hal ini diharapkan dapat membentuk pemahaman kontekstual pada anak, yaitu ia paham secara konteks materi yang diberikan, tujuan pembelajaran, penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, dan membuat mereka mendapat kebahagiaan dalam proses belajarnya. Penekanan dalam praktik juga diharapkan mampu membuat snowball impact, yaitu anak bukan hanya sekadar paham materi yang diberikan, tetapi dapat menggunakannya dan bermanfaat untuk orang-orang di sekitarnya.

Praktikal dan pemahaman kontekstual tidak akan terwujud tanpa adanya guru yang mumpuni dan kredibel dalam membimbing kawan murid. Tugas guru di Sekolah Murid Merdeka bukan lagi mengajar dan menerangkan di depan kelas, melainkan menjadi teman diskusi dan berekspresi untuk anak. Guru memfasilitasi anak untuk berdiskusi, menjawab kebingungan yang dihadapi ketika proses belajar mandiri, dan siap menjadi teman ayah bunda dalam berdiskusi mengenai tumbuh kembang anak. SMM memiliki guru yang memiliki banyak pengalaman di dunia pendidikan, mencintai anak-anak, dan kreatif. 

Tertarik belajar menyenangkan dan turut #menjadimerdeka bersama SMM? Yuk, kunjungi link di sini. Dukung proses belajar buah hati dengan pembelajaran yang lebih bermakna!

Categories
Berita Terkini SMM Event Pendidikan Terbaru

Kelas Gratis Online dan Offline di Sekolah Murid Merdeka

Tren sekolah untuk anak di tahun 2023 dan berikutnya diperkirakan akan terus dipengaruhi oleh teknologi dan inovasi di dunia pendidikan. Salah satunya adalah tren pembelajaran yang dilakukan dengan konsep blended learning. 

Konsep Blended Learning

Blended learning adalah konsep yang mengkombinasikan pembelajaran dengan sistem daring dan tatap muka secara bergantian. Sehingga memberikan keuntungan bagi murid dan guru karena tetap mempertahankan interaksi sosial yang penting di dalam kelas, apalagi untuk pendidikan anak di jenjang PAUD/TK, hingga SD. 

Melalui blended learning, murid diberikan kemudahan untuk mengakses konten pembelajaran kapan dan di mana saja, sekaligus mengikuti pembelajaran tatap muka sesuai jadwal untuk mendapatkan dukungan dan bimbingan dari guru secara langsung.

Blended learning juga memungkinkan guru untuk mengembangkan kurikulum dan materi pembelajaran yang lebih fleksibel, serta menyediakan lebih banyak waktu untuk memberikan bimbingan dan dukungan individual kepada murid. 

Pertanyaannya, sekolah mana yang sudah menerapkan blended learning dengan baik di Indonesia?

Sekolah Murid Merdeka (SMM) adalah sekolah online blended learning terintegrasi teknologi digital pertama yang ada di Indonesia. SMM menjadi terobosan baru di dunia pendidikan karena mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dan daring membuat pembelajaran menjadi lebih efektif, menyenangkan dan bermakna.

SMM memiliki kurikulum berbasis kompetensi masa depan yang terintegrasi digital. Dengan profil pelajar yang merdeka belajar, merdeka berkolaborasi dan merdeka berkarya, murid dapat belajar secara fleksibel dan aktif terlibat dalam mengembangkan kompetensi masa depan. 

Sekolah Murid Merdeka menjadi solusi pendidikan terbaik untuk murid melalui pengalaman belajar yang seru dan menarik. Desain pembelajaran yang mengkombinasikan bahan ajar digital (seperti video pembelajaran dan games interaktif), juga learning kit non digital yang siap digunakan anak secara langsung, serta proyek akhir yang inovatif menambah pemahaman dan keterlibatan murid dalam pembelajaran.

Belajar di Sekolah Murid Merdeka

SMM mengadopsi metode pembelajaran secara blended learning dimana memberikan opsi bagi siswa untuk dapat belajar dengan efektif dengan memanfaatkan teknologi digital yang didesain menarik dan menyenangkan. Pembelajaran secara blended learning di SMM dirancang agar interaksi yang dibangun tidak hanya melalui pertemuan daring semata tetapi juga secara luring dengan memperhatikan metode pembelajaran yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi murid.

Pada pembelajaran daring, murid dapat mengeksplorasi berbagai aktivitas seperti kelas pertemuan secara virtual, pembelajaran melalui video, riset mandiri dalam menyelesaikan tugas, hingga aktivitas kerja kelompok. Pembelajaran daring adalah salah satu media yang bisa dipakai untuk mengenalkan teknologi kepada murid serta memberikan fleksibilitas proses pembelajaran yang bisa dilakukan kapan dan di mana saja.

Sementara itu, pembelajaran luring dilakukan agar murid tidak kehilangan kesempatan untuk  berinteraksi sosial dan mendapatkan pembelajaran secara tatap muka. Melalui pembelajaran luring, murid bisa mendapatkan kesempatan melakukan praktik di lab sekolah, presentasi, pameran karya, dan kegiatan menyenangkan lainnya bersama teman belajar secara langsung. 

Harapannya, melalui blended learning ini, SMM dapat memberikan hal baru untuk pendidikan, yaitu membuat proses pembelajaran jadi terasa lebih menyenangkan dan bermakna, baik untuk murid maupun tenaga pengajar. 

Coba Kelas Gratis di SMM

Kabar baik buat Ayah dan Bunda, karena SMM punya kelas gratis yang bisa dicoba untuk pengalaman belajar baru buat anak melalui kelas trial. Di kelas ini anak akan mendapatkan banyak manfaat dan pengalaman dari belajar secara daring maupun luring, materi belajar berbasis project, dan masih banyak lagi keseruan lainnya hanya di SMM.

Pada sesi akhir kelas trial akan diumumkan kesempatan untuk memperoleh beasiswa eksklusif untuk mengakses pendidikan berkualitas dengan biaya super terjangkau bahkan gratis. Opsi lainnya adalah Ayah dan Bunda juga bisa memanfaatkan promo menarik dari SMM. Ada beasiswa untuk tahun ajaran baru, cara pengajuannya pun mudah, cukup mengisi formulirnya di sini. 

Sudah siap untuk bergabung?

Yuk langsung daftarkan anak untuk mengikuti kelas gratis melalui tautan ini. Dan dapatkan berbagai manfaat dengan mengikuti kelas trial yang dibuka dari jenjang PAUD sampai SMA. 

Sampai jumpa di kelas!