Categories
Cerita SMM Pendidikan Terbaru

5 Aktivitas dan Media Pembelajaran Menyenangkan untuk Anak dengan Kurikulum Merdeka

Pendidikan merupakan salah satu sektor penting bagi kehidupan manusia, bahkan negara. Oleh sebab itu, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, pemerintah Indonesia memperkenalkan Kurikulum Merdeka sebagai alternatif kurikulum yang lebih fleksibel untuk  mengakomodasi kebutuhan siswa. Serta dipercaya dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran apabila dikombinasikan dengan penggunaan media pembelajaran yang tepat.

Media Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka

Media pembelajaran adalah alat atau sarana yang digunakan dalam proses belajar mengajar untuk membantu siswa memahami materi pelajaran dengan lebih mudah. Dalam Kurikulum Merdeka, penggunaan media pembelajaran harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa.

Berikut adalah beberapa contoh media pembelajaran yang dapat digunakan dalam Kurikulum Merdeka:

  1. Video Pembelajaran
    Video adalah salah satu media pembelajaran yang mulai meningkat kembali popularitasnya, karena dapat menampilkan materi pelajaran dengan cara yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Selain itu, siswa juga dapat menonton video pembelajaran lebih fleksibel (waktu dan tempat) sesuai kebutuhan.
  2. Aplikasi Pendidikan
    Aplikasi dapat membantu siswa untuk belajar secara mandiri di luar kelas. Aplikasi ini dapat menampilkan materi pelajaran dalam bentuk yang interaktif dan menarik, sehingga siswa dapat belajar dengan cara yang menyenangkan dan efektif.

    Salah satu contohnya adalah mengambil kelas daring SMM yang menawarkan fleksibilitas jadwal (pagi dan sore) secara rutin. Melalui program  ini, siswa akan mendapatkan proses belajar daring yang interaktif dan menyenangkan dengan Playkit menarik yang dikirimkan ke rumah.

  3. Modul Pembelajaran
    Bahan pembelajaran yang disusun secara sistematis dan terstruktur. Modul pembelajaran dapat membantu siswa untuk belajar mandiri dengan cara yang lebih mudah dan efektif.
  4. Game Edukasi
    Game edukasi dapat membantu siswa belajar dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Game edukasi juga dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan tertentu, seperti keterampilan kognitif dan sosial.

    Dalam menggunakan media pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka, guru harus memperhatikan karakteristik siswa dan kebutuhan mereka. Selain itu, guru juga harus memastikan bahwa media pembelajaran yang digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran dan materi pelajaran yang disampaikan.

Aktivitas Belajar dalam Kurikulum Merdeka

Setelah kita membahas mengenai media pembelajaran yang dapat digunakan dalam Kurikulum Merdeka, penting juga untuk memperhatikan aktivitas belajar yang tepat untuk anak seperti contoh berikut. 

  1. Bermain Peran
    Biasanya anak senang apabila diajak bermain peran, ketika mereka berpura-pura menjalankan peran sebagai orang lain. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebagai aktivitas belajar, misalnya dengan meminta anak untuk memainkan peran sebagai petani, dokter, atau guru. Melalui kegiatan ini, anak dapat memperoleh pengetahuan baru tentang profesi dan lingkungan sekitar mereka.
  2. Membuat Karya Seni
    Membuat karya seni seperti gambar atau lukisan dapat menjadi aktivitas belajar yang menyenangkan bagi anak. Selain itu, anak dapat belajar tentang warna, bentuk, dan ekspresi melalui kegiatan ini. Guru dapat memberikan topik tertentu untuk anak, misalnya tentang alam atau hewan, sehingga anak dapat belajar tentang topik tersebut melalui karya seni mereka.
  3. Membaca Buku
    Membaca buku dapat membantu anak untuk memperoleh pengetahuan baru dan mengembangkan kemampuan membaca. Guru dapat memilih buku yang sesuai dengan usia dan minat anak, dan membacakan buku tersebut dengan suara yang jelas dan ekspresif. Anak juga dapat dibimbing untuk membuat rangkuman atau tanggapan atas bacaan mereka.
  4. Bermain Puzzle
    Bermain puzzle dapat membantu anak untuk mengembangkan kemampuan kognitif dan memperbaiki kemampuan memecahkan masalah. Selain itu, juga dapat membantu anak untuk belajar tentang bentuk dan ukuran. Guru dapat memberikan puzzle yang sesuai dengan tingkat kemampuan anak, dan membantu mereka untuk menyelesaikannya.
  5. Bermain Game Edukatif
    Bermain game edukatif dapat menjadi aktivitas belajar yang efektif dan menyenangkan bagi anak. Game ini membantu anak untuk mendapatkan pengetahuan baru dan mengembangkan keterampilan tertentu, seperti kemampuan berhitung atau memecahkan masalah. Guru dapat memilih game edukatif yang sesuai dengan usia dan minat anak, dan memandu mereka selama bermain game.

Dalam memilih aktivitas belajar yang tepat untuk anak, penting untuk memperhatikan usia, minat, dan kemampuan anak. Selain itu, aktivitas belajar haruslah disesuaikan dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari. Dengan menggabungkan media pembelajaran yang tepat dan aktivitas belajar yang menyenangkan, diharapkan anak dapat belajar dengan lebih efektif dan menyenangkan.

Sekolah PAUD, SMP, dan SMA yang Menerapkan Kurikulum Merdeka

Sekolah Murid Merdeka (SMM) adalah solusi paling mudah untuk mendapatkan semua rangkaian aktivitas belajar yang menyenangkan bagi anak. SMM menggunakan kombinasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Metode Pembelajaran Blended Learning yang mendukung anak menjadi merdeka belajar, berkolaborasi dan berkarya

Penggunaan kurikulum berbasis kompetensi mendorong anak untuk mendalami dan mengoptimalkan materi ilmu yang sudah dipelajarinya. Kurikulum berbasis kompetensi SMM menekankan pada pengembangan 9 dimensi kompetensi masa depan yang juga sejalan dengan penerapan Kurikulum Merdeka.

Coba kelas gratisnya sekarang yuk!

Categories
Berita Terkini SMM Terbaru

Beasiswa Back To School SMM, Tempat Belajar dan Bermain Anak dengan Sukaria

Seringkali kita bertemu dengan cerita anak yang tidak senang ketika diminta belajar. Sementara itu bagi orang tua, harus tetap mengupayakan pendidikan yang terbaik bagi anaknya. Lalu bagaimana solusinya?

Salah satu cara yang bisa dilakukan Bunda adalah mencari tempat belajar yang bisa meningkatkan minat belajar anak, Sekolah Murid Merdeka (SMM) misalnya. Sekolah yang mengusung pembelajaran dengan sistem blended learning, memprioritaskan minat dan bakat anak sebagai fokusnya. 

Ketika anak dibantu untuk menemukan minat dan bakat belajarnya, proses pembelajaran akan lebih mudah diterima. Sehingga hasilnya, anak bisa lebih menikmati prosesnya. Apalagi, SMM juga menawarkan metode pembelajaran yang fleksibel, kontekstual, dan konseptual. Tersedia dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA. 

Apa itu Sekolah Murid Merdeka (SMM)

SMM merupakan sekolah blended learning pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 2019. Metode pembelajaran blended learning ini mengintegrasikan pembelajaran luring dan daring membuat pembelajaran menjadi lebih efektif, menyenangkan dan bermakna. Sebuah metode belajar yang mengkombinasikan praktik pendidikan konvensional (luring) dengan pendidikan berbasis digital (daring).

SMM didirikan untuk menjawab kegelisahan akan terbatasnya akses sekolah yang berkualitas dan terjangkau oleh murid. Sejak sebelum pandemi, tim SMM telah merancang metode pembelajaran inovatif yang terintegrasi dengan teknologi. Dan pada Juli 2020 di saat masa pandemi, SMM menjadi salah satu sekolah yang paling siap menjalankan pembelajaran jarak jauh. Dengan metode blended learning, pembelajaran SMM memungkinkan untuk diakses kapan saja dan di mana saja. 

SMM saat ini memiliki 20 hub di berbagai kota dan puluhan hub lainnya akan segera dibuka tahun ini. Sehingga, kebutuhan murid yang beragam dapat terfasilitasi, baik untuk belajar secara daring maupun tatap muka. SMM telah membuktikan diri menjadi sekolah yang siap menghadapi berbagai macam tantangan di masa kini maupun di masa depan.

Pendaftaran Tahun Ajaran 2023/2024

SMM menawarkan aktivitas pembelajaran yang menarik dan tidak ditemukan di sekolah lainnya, mulai dari aktivitas belajar mandiri, pembelajaran luring, live teaching, dan laporan hasil belajar. Dengan berbagai aktivitas tersebut, anak akan mendapatkan pengalaman belajar yang seru dan unik.

Nah, mulai hari ini Bunda udah bisa mendaftarkan anak untuk mengikuti kelas di tahun ajaran terdekat, semester genap 2023 atau semester ganjil tahun berikutnya. Mau tahu keseruan apa saja yang ditawarkan melalui aktivitas murid di SMM? Bunda bisa langsung lihat rangkumannya di sini ya. 

Konsultasi Kurikulum dan Metode Pembelajaran SMM

SMM mempunyai kurikulum berbasis kompetensi masa depan yang terintegrasi digital. Dengan profil pelajar yang merdeka belajar, merdeka berkolaborasi dan merdeka berkarya murid akan memiliki pengalaman belajar yang fleksibel dan melibatkan. 

SMM menjadi solusi pendidikan terbaik untuk murid melalui pengalaman belajar yang seru dan menarik. Desain pembelajaran yang menggunakan kombinasi bahan ajar digital seperti video pembelajaran dan games interaktif juga learning kit non digital yang siap digunakan anak-anak secara langsung, serta proyek akhir yang inovatif menambah pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

Selengkapnya tentang kurikulum dan metode pembelajaran di SMM, Bunda bisa langsung baca di sini ya.

Penawaran Khusus Hari Ini, Beasiswa Back to School SMM

Sebagai penutup artikel ini, admin mau berbagi penawaran khusus buat Bunda yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah yang berkualitas dengan harga terjangkau. Dapatkan beasiswa back to school dengan mengisi form berikut. 

Daftar sekarang dan berikan pengalaman belajar yang menyenangkan untuk buah hati 😉.

Categories
Pendidikan Terbaru

Usia Ideal untuk Anak Sekolah PAUD

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan anak juga semakin berkembang. Salah satunya kebutuhan terhadap pendidikan sejak dini yang bisa dilakukan secara formal di PAUD maupun non formal. 

Meski bukan termasuk dari bagian wajib belajar, tidak sedikit orang tua yang mendaftarkan anaknya ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) supaya lebih siap dengan pembelajaran di Sekolah Dasar (SD). Lalu pertanyaannya, bagaimana cara kita menandai bahwa anak sudah siap masuk sekolah PAUD? Sekolah PAUD umur berapa?

Mari kita bedah satu persatu dengan mengenal tanda kesiapan anak berikut ini.

  1. Anak mulai menunjukkan kemandiriannya

    Meski jenjangnya masih pra SD, sekolah di PAUD juga sebaiknya dilakukan apabila anak sudah mulai menunjukkan kemandiriannya. Setidaknya, anak sudah biasa mengerjakan kebutuhan dasarnya sendiri, seperti makan siang tanpa disuapi, mencuci tangan setelah beraktivitas, dan tidak harus dijaga sepanjang hari oleh orang tua. 

    Idealnya, sebelum berusia 4 tahun anak sudah mulai diajarkan hal tersebut. Sehingga, ketika ia memasuki usia 4-5 tahun, sudah siap untuk mendapatkan pengalaman baru di luar rumah, dengan sekolah PAUD. 

    Tapi secara umum, kebijakan batas usia anak untuk PAUD ditentukan oleh sekolah masing-masing. Jadi, Bunda hanya perlu memastikan untuk mengajari anak untuk mandiri dengan kebutuhan dasarnya, secara bertahap.   

  2. Anak mulai membutuhkan pengalaman sosial dan edukatif yang baru

    Salah satu praktik pembelajaran yang dilakukan di PAUD adalah mengajarkan anak untuk bersosialisasi dengan belajar dan bermain secara kelompok. Karena pada dasarnya bersosialisasi adalah kemampuan yang harus diajarkan kepada anak sejak dini. 

    Hal inilah yang biasanya belum bisa terpenuhi jika hanya mengajak anak bermain di rumah sendiri. Lain halnya jika anak mulai dikenalkan kepada teman sebayanya di sekolah, selain bermain, anak juga akan sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mempelajari hal baru sesuai kurikulum yang sudah disiapkan sekolah.

    Kalau Bunda masih bingung mau pilih sekolah PAUD untuk anak, yuk coba kenalan dulu sama Sekolah Murid Merdeka (SMM). Bunda bisa baca profil sekolah PAUD dan manfaat yang ditawarkan SMM di sini, termasuk harga spesial untuk pendaftaran lebih awal. 

    Tidak perlu khawatir dengan lokasi sekolahnya, Bunda bisa mendapatkan informasi sekolah PAUD terdekat (SMM hub) yang sudah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Atau kalau mau mengintip dulu gambaran aktivitas belajarnya, Bunda bisa banget loh dapat kesempatan gratisnya di sini. 

  3. Stamina fisik anak yang cukup

    Pendidikan memang penting, tapi kesehatan anak adalah prioritas utama. Anak yang siap untuk sekolah harus dipastikan kondisi fisiknya yang prima. Sebagai orang tua, hal yang bisa dilakukan adalah memastikan jadwal istirahat anak tercukupi dengan baik (tidur siang maupun malam) serta asupan gizinya yang cukup.

    Jika sudah, maka Bunda bisa melihat bagaimana perkembangan anak. Jika menunjukkan tanda stamina fisiknya sudah cukup untuk mengikuti aktivitas belajar di sekolah, maka tidak ada salahnya untuk mulai mencari informasi sekolah buat anak.

Setiap orang tua pasti ingin mengupayakan yang terbaik untuk anaknya, termasuk mencukupi kebutuhan pendidikannya. Tapi, sebagai orang tua perlu membaca banyak literasi supaya bisa lebih mengetahui tanda-tanda yang sudah ditunjukkan anak. Salah satunya tanda kesiapan mereka untuk mulai menerima pendidikan formal di sekolah, belajar dan bermain yang bisa didapatkan sekaligus di Sekolah Murid Merdeka (SMM).

Categories
Pendidikan Terbaru

Pentingnya Pendidikan untuk Anak dan Cara Memilih Sekolah yang Baik

Hai Bunda, kalau sudah sampai di halaman ini pasti Bunda sedang mempelajari tips parenting, khususnya tentang pendidikan untuk anak. Sejak anak berusia dini (0-5 tahun) hingga masuk ke usia siap sekolah, pendidikan ini sifatnya krusial karena berkaitan langsung dengan perkembangan karakter dan dan intelegensi.

Pentingnya Pendidikan untuk Anak

Every child has the right to learn.

Satu kalimat itu saja sebenarnya sudah bisa menjawab pertanyaan “mengapa pendidikan untuk anak itu penting?” 

Tapi rupanya tidak hanya itu saja, masih ada banyak jawaban yang bisa diberikan dengan mengulas satu persatu manfaat pendidikan untuk anak sejak dini.

  1. Memberikan pengalaman baru

    Selalu ada pengalaman pertama untuk anak, begitu pula dengan pendidikan. Sejak di rumah, anak pertama kali mengenal orang di sekitarnya, dan aktivitas harian lainnya. Bagi anak, bersosialisasi adalah pengalaman baru yang harus diajarkan supaya tidak salah kaprah. 

    Rumah adalah tempat anak pertama kali mendapatkan pendidikannya secara informal, terutama dari ibunya. Untuk memberikan pengalaman baru yang tepat bagi anak, orang tua akan mempelajarinya melalui ilmu atau tips parenting.

  2. Memfasilitasi curiosity anak

    Berbicara tentang anak pasti identik dengan rasa penasarannya. Anak suka mencari tahu berbagai hal untuk menjawab rasa penasaran mereka. Di sinilah peran orang tua dibutuhkan sebagai fasilitator pertama untuk mengarahkan rasa penasaran anak menjadi sesuatu yang menarik dipelajari. 

    Misalnya ketika anak mulai penasaran dengan teknologi. Alih-alih memberikan mereka langsung gadget untuk dimainkan sepuasnya, Bunda bisa mencari alternatif seperti pembelajaran menarik yang menggabungkan metode belajar digital dan konvensional seperti program yang ditawarkan oleh Sekolah Murid Merdeka (SMM). 

  3. Membantu perkembangan karakter dan intelegensi anak

    Pendidikan yang baik dapat membantu anak untuk mengembangkan potensi dan kemampuan intelegensinya seperti

    • Kecerdasan visual (spasial)
    • Kecerdasan verbal (linguistik)
    • Kecerdasan matematika (logis)
    • Kecerdasan jasmani (kinestetik)
    • Kecerdasan musik
    • Kecerdasan interpersonal
    • Kecerdasan intrapersonal
    • Kecerdasan naturalistik

    Selain itu, pendidikan juga dapat mengenalkan nilai baik kepada anak sehingga membantu perkembangan karakter mereka sesuai ajaran yang diterima. Dimulai dari hal sederhana dengan membiasakan untuk mengucapkan minta tolong, maaf, dan terima kasih pada anak.

    Menanamkan nilai baik harus dilakukan sejak dini, karena usia golden years membuat mereka lebih mudah menyerap informasi dan merekamnya di memori untuk jangka waktu yang lama.

Cara Memilih Sekolah yang Baik untuk Anak

Setelah membaca satu persatu ulasan manfaat di atas, kita pasti sepakat bahwa pendidikan untuk anak harus disiapkan sejak dini supaya dapat membantu mereka untuk mengembangkan potensi dan kemampuannya. 

Lalu bagaimana jika usia anak sudah cukup untuk masuk sekolah, tapi bingung cara memilih sekolah yang baik untuk anak? Mari berkenalan dengan Sekolah Murid Merdeka (SMM). 

Sekolah unggulan di Indonesia yang mengusung metode blended learning. SMM adalah pilihan sekolah yang tepat buat Bunda yang ingin memberikan pendidikan terbaik, fasilitas belajar yang lengkap, dan guru (fasilitator) yang dan siap mendampingi buah hati. 

Salah satu bagian terbaik dari SMM adalah memprioritaskan learning experience murid. Bunda juga bisa mencobanya secara gratis untuk kegiatan belajar daring dan tatap muka di sini sebelum membeli program pembelajarannya. Menarik bukan?

Categories
Parenting Terbaru

Ini Pentingnya Mengajarkan Etika Sopan Santun pada Anak

Usia di bawah 5 tahun menjadi waktu yang tepat untuk orang tua melatih dan mengajarkan anak pada banyak kebiasaan baik. Ini termasuk disiplin, mengelola emosi, mengatasi rasa sedih, menunjukkan sikap empati, bersikap mandiri, bersosialisasi, dan tak ketinggalan, etika sopan santun. Bukan tanpa alasan, semua hal tersebut akan menjadi bekal anak untuk menghadapi berbagai situasi dan karakter orang lain di masa remaja dan dewasanya nanti. 

Pentingnya Mengajari Anak Etika Sopan Santun Sejak Dini

Etika Sopan Santun

Lalu, mengapa etika sopan santun jadi salah satu hal yang harus diajarkan pada anak sedini mungkin? Sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup berdampingan dan membutuhkan bantuan orang lain. Bahkan, melakukan interaksi sosial menjadi kebutuhan manusia untuk dapat menjaga kesehatan mentalnya. Supaya sosialisasi dan interaksi dengan orang lain terjalin baik, tentu dibutuhkan etika, tata krama, dan sopan santun.

Tujuan utama dalam mengajarkan anak etika sopan santun adalah supaya keterampilan sosial anak menjadi lebih berkembang. Selain itu, etika dan sopan santun akan memudahkan anak saat berinteraksi dengan orang lain, serta anak dapat memperlakukan orang lain dengan rasa hormat. Nah, di usianya yang masih belia, anak lebih mudah dilatih kebiasaan baik karena ia masih memproses semua hal baru dan belum mengerti mana yang benar dan mana yang kurang tepat dilakukan. 

Cara Mengajari Anak Etika Sopan Santun

Etika Sopan Santun

Meski begitu, mengajari anak etika sopan santun tetap saja tidak mudah dilakukan. Sebagai langkah awal, Anda bisa memulainya dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

  • Bicara dengan Lembut

Mulailah dengan membiasakan untuk berbicara dengan lembut dan tidak berteriak di rumah. Dekati anak ketika Anda hendak berbicara, dan sebisa mungkin untuk mengajak anak dalam percakapan ringan tentang aktivitas sehari-hari. Gunakan kata-kata yang sopan dan tidak bermakna kasar, sehingga anak akan menirukan hal yang sama ketika berbicara dengan orang lain nantinya. 

  • Berikan Contoh

Anak yang memiliki etika sopan santun pasti dibesarkan di lingkungan yang mendukung adanya sikap tersebut, terutama di keluarganya. Ketika berusia 2 hingga 4 tahun, anak akan memasuki fase senang meniru, baik itu perilaku, sikap, emosi, dan perkataan dari orang lain yang dilihat dan didengarnya. 

Jadi, apabila Anda ingin memiliki anak dengan sikap sopan dan beretika, sedangkan Anda sendiri tidak memberikan contoh bagaimana melakukannya, maka jangan berharap anak akan tumbuh menjadi pribadi yang Anda inginkan. Pasalnya, mendidik anak paling efektif yaitu dengan memberikan teladan dan contoh nyata di rumah. 

  • Koreksi dan Apresiasi Usahanya

Jangan pernah bosan mengoreksi atau memberikan nasihat pada anak apabila ia menunjukkan sikap yang tidak menyenangkan kepada orang lain. Hindari memarahi atau bahkan menghukum anak di depan umum karena hal tersebut bisa berdampak negatif pada perkembangan kesehatan mentalnya. 

Tetap beri tahu anak dengan kata-kata dan nada bicara yang lembut. Jaga kontak mata tetap sejajar dengan anak dan sentuh bahunya ketika Anda sedang memberikan arahan yang tepat. Jadi, anak tidak terkesan seperti dimarahi oleh orang tuanya. Sementara itu, jangan lupa untuk memberikan pujian apabila anak berhasil menunjukkan etika sopan santun ketika berinteraksi dengan orang lain. 

  • Biasakan untuk Mengucapkan 3 Kata Ajaib

Cara paling efektif untuk mengajarkan etika dan sopan santun pada anak adalah membiasakan anak memakai 3 kata ajaib dalam berbagai aktivitasnya, yaitu terima kasih, tolong, dan maaf. Apabila anak melakukan kesalahan, ajarkan untuk meminta maaf. Jika ia menginginkan sesuatu, biasakan untuk meminta tolong. Lalu, apabila ia telah mendapatkan bantuan atau diberi sesuatu, ajarkan untuk selalu mengucap terima kasih. 

Ajari secara konsisten dan ingatkan apabila anak lupa mengucapkan 3 kata ajaib tersebut. Lama-kelamaan, anak pun menjadi terbiasa untuk meminta tolong, berterima kasih, dan minta maaf dalam berbagai kondisi ketika bersosialisasi dengan orang lain di luar rumah. 

  • Gunakan Sapaan yang Baik dan Santun

Terakhir, ajari anak untuk menggunakan sapaan yang baik dan santun. Misalnya memanggil kakak, om, tante, paman, bibi, kakek, atau nenek untuk orang-orang yang lebih tua dan menggunakan sapaan adik untuk orang yang lebih muda usianya darinya. 

Kunci penting dalam melatih anak memiliki etika sopan santun dan rasa hormat adalah disiplin dan konsisten. Jangan lupa untuk meminta dukungan pasangan sehingga Anda lebih mudah mengajari anak melakukan hal-hal yang positif. Eksplor & ketahui lebih lanjut program Sekolah Murid Merdeka!

Semoga bermanfaat.