Categories
Pendidikan Terbaru

Pembelajaran Asyik dan Menyenangkan untuk Meningkatkan Semangat Belajar Anak!

Pembelajaran menjadi kunci penting dalam membentuk masa depan yang sukses bagi buah hati. Namun, seringkali dengan metode yang salah dan kurang tepat dapat membuat proses belajar anak menjadi bosan dan tidak termotivasi. Oleh sebab itu, menjadi hal yang penting bagi kita untuk memberikan pengalaman belajar yang asik dan menyenangkan bagi anak-anak. Metode belajar yang menarik, interaktif, dan tidak monoton dapat membantu meningkatkan minat belajar anak dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengeksplorasi ilmu yang ingin mereka pelajari.

Manfaat Pembelajaran yang Asik dan Menyenangkan

Pembelajaran yang asik dan menyenangkan dapat memberikan banyak dampak positif dalam menggali kemampuan belajar anak. Adapun manfaat memberikan pembelajaran yang asik dan menyenangkan kepada anak sebagai berikut.

  1. Meningkatkan Minat dan Motivasi Belajar
    Anak-anak sering kehilangan minat dan motivasi belajarnya, salah satunya karena pembelajaran yang monoton dan tidak memfasilitasi minat belajar anak. Dengan memberikan penyegaran dalam metode pembelajaran dapat memberikan relaksasi bagi anak untuk meningkatkan belajar dan motivasi dalam belajarnya sehingga buah hati menjadi tidak bosan dan aktif mengeksplor minat belajarnya.
  2. Memperkuat Pemahaman dan Retensi Informasi
    Saat anak-anak menikmati proses pembelajaran, mereka cenderung lebih aktif dan fokus dalam memperoleh pengetahuan baru. Pembelajaran yang asyik dan menyenangkan memungkinkan anak-anak memperkuat pemahaman dan dapat meningkatkan hasil yang dipelajari si buah hati dengan lebih baik.
  3. Meningkatkan Kreativitas dan Imajinasi
    Metode pembelajaran yang asik dan menyenangkan, seperti seni dan permainan dapat mendorong anak-anak untuk dapat berpikir kreatif dan mengembangkan imajinasi mereka. Hal ini tentu membantu si buah hati dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam memecahkan masalah, berpikir secara out of box, dan menghasilkan ide-ide inovatif. 
  4. Memperkuat Keterampilan Sosial dan Kolaboratif
    Pembelajaran yang melibatkan interaksi sosial dan kerjasama antar anak-anak dapat membantu membangun keterampilan sosial mereka. Dalam kegiatan berkelompok atau proyek kolaboratif, anak-anak belajar bekerja sama, berkomunikasi, mendengarkan pendapat orang lain, dan menghargai keragaman ide. Dengan demikian si buah hati dapat mengembangkan kemampuan komunikasi anak dan kepemimpinan yang tentu dapat memberikan mereka pengalaman luar biasa dalam memecahkan masalah.
  5. Mengurangi Rasa Stres Belajar
    Pembelajaran yang asik dan menyenangkan dapat menciptakan lingkungan yang santai dan ramah bagi si buah hati. Ketika proses belajar membuat mereka merasa nyaman dan senang dapat membuat buah hati untuk terhindar dari stres belajar dan tekanan atau bahkan dapat memberikan rasa ingin terus belajar karena metode yang digunakan cukup mereka sukai. Hal ini membantu anak-anak untuk lebih rileks dan fokus pada proses pembelajaran sehingga si buah hati dapat mengoptimalkan potensi belajar mereka.

Berbagai Macam Pembelajaran yang asyik dan Menyenangkan

Pembelajaran yang asyik dan menyenangkan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Dengan melihat kebutuhan dan karakteristik si buah hati, kemampuan belajar mereka dapat ditingkatkan dengan cara yang seru dan kreatif. Terdapat beberapa macam pembelajaran yang asyik dan menyenangkan yang dapat diberikan ke anak sebagai berikut.

  1. Pembelajaran Berbasis Permainan
    Menggunakan permainan sebagai media atau perantara untuk menyampaikan konsep ilmu dan keterampilan kepada anak-anak menjadi salah satu hal yang asik dan menyenangkan. Misalnya, permainan papan atau kartu yang didesain khusus dapat digunakan untuk mengajarkan matematika, bahasa, atau materi belajar lainnya. Dengan mendesain metode pembelajaran yang berisi kompetisi dan tantangan akan membuat si buah hati akan merasa lebih antusias dan bersemangat dalam proses pembelajaran.
  2. Penggunaan Teknologi Interaktif
    Memanfaatkan teknologi dengan menggunakan aplikasi dan media pembelajaran yang interaktif juga menjadi metode yang asik dan menyenangkan bagi si buah hati. Pemanfaatan aplikasi edukasi yang menarik dapat menggabungkan elemen permainan, video, dan aktivitas interaktif lainnya dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan bagi anak-anak.
  3. Tugas Kreatif
    Memberikan anak-anak kesempatan untuk berkreasi melalui proyek-proyek kreatif dapat memberikan mereka pengelaman menyenangkan untuk mengeksplor ilmu yang mereka pelajari. Dengan memberikan mereka tugas melukis, membuat kerajinan tangan, atau membuat presentasi visual. Dalam proses ini, mereka dapat mengekspresikan ide dan pemahaman mereka dengan cara yang unik, sambil mengembangkan keterampilan kritis dan kreatif.
  4. Pembelajaran Kolaboratif
    Memberikan kesempatan berkolaborasi antara anak dengan cara mendorong diskusi kelompok, proyek tim, atau pertukaran ide juga menjadi salah satu alternatif agar anak anak dapat memperoleh pengalaman belajar yang berbededa. Pembelajaran kolaboratif memungkinkan mereka belajar dari satu sama lain, berbagi pengetahuan, dan memperluas perspektif si buah hati. Hal ini juga mengembangkan keterampilan sosial, seperti komunikasi, negosiasi, dan pemecahan masalah.

Belajar Asyik dan Menyenangkan Bersama SMM

Dalam memberikan pembelajaran, penting bagi kita untuk memperhatikan segala aspek agar hasil dari pembelajaran yang diberikan kepada buah hati dapat memberikan impact yang menyenangkan dan memberikan pengalaman yang berbeda dalam belajar. Metode belajar masa kini sekarang harus mengadaptasi berbagai teknologi dan didesain agar pembelajaran dapat memberikan suatu experience yang menyenangkan serta memfasilitasi minat dan ketertarikan si buah hati. 

Sekolah Murid Merdeka (SMM) menjadi solusi paling tepat agar si buah hati dapat memperoleh kualitas pembelajaran bertaraf internasional dan memberikan kesempatan belajar masa kini yang mengadopsi berbagai metode agar si buah hati dapat senang dalam belajar. SMM menggunakan kombinasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Metode Pembelajaran Blended Learning yang mendukung anak menjadi merdeka belajar, berkolaborasi dan berkarya.

Penggunaan kurikulum berbasis kompetensi mendorong anak untuk mendalami dan mengoptimalkan materi ilmu yang sudah dipelajarinya. Kurikulum berbasis kompetensi SMM menekankan pada pengembangan 9 dimensi kompetensi masa depan yang juga sejalan dengan penerapan Kurikulum Merdeka.

Coba kelas gratisnya sekarang yuk!

Categories
Parenting Terbaru

Tips Parenting: Ketahui Penyebab Anak Kasar dan Pemarah

Menjadi orang tua memang bukan hal mudah sehingga kita butuh banyak tips parenting, terutama bagi Ayah Bunda yang memiliki anak usia dini. Pada usia tersebut, anak mulai memiliki perilaku dan pikiran yang sulit dimengerti. Beberapa ada yang terlalu diam, yang lain mungkin malah terlalu aktif dan cenderung kasar.

Pada usia dini, anak mulai memiliki emosi dan memahami bahwa mereka bisa memiliki rasa senang atau bahkan tidak nyaman. Perkembangan emosi pada anak usia dini merupakan tahapan yang wajar. Sebagai orang tua, Ayah Bunda tidak bisa selalu menyalahkan dan menghakimi anak.

Hal serupa juga berlaku pada anak yang dianggap kasar dan pemarah. Untuk bisa memahami, kita perlu tahu penyebab sikap tersebut.

Alasan Anak Berucap Kasar

Tips Parenting

– Mendengar dari Orang Lain di Lingkungannya

Anak usia dini ibarat spons. Mereka sangat fleksibel dan mudah menyerap segala hal yang dilihat serta didengar dari lingkungan. Inilah mengapa, salah satu penyebab anak memiliki perilaku kasar adalah akibat interaksi dengan orang lain di lingkungan mereka.

Anak bisa saja meniru sesuatu yang mereka dengar dari anak lain atau orang dewasa di sekitar. Mereka belum tahu bahwa hal tersebut tidak benar dan menganggap itu patut ditiru. Jika ini yang terjadi, kita perlu memberi pengertian bahwa tidak semua hal bisa diikuti.

– Menyaksikan Tayangan TV dan Video

Selain lingkungan, apa yang anak tonton melalui TV dan gadget juga bisa menjadi penyebab mereka berkata kasar dan memiliki perilaku pemarah. Diakui atau tidak, tayangan yang beredar saat ini sangat beragam. Kualitasnya juga tidak bisa dikontrol sebab masing-masing platform memiliki batasan berbeda.

Sebagai orang tua, yang bisa Ayah Bunda lakukan adalah membatasi tontonan tidak pantas. Dampingi anak saat melihat tayangan TV dan video, atau pilih tayangan yang sesuai dengan usia anak. 

– Mendengar dari Orang tua

Perilaku kasar dan pemarah anak juga bisa disebabkan oleh orang tua mereka. Ya, Ayah Bunda mungkin tidak sadar bahwa apa yang kita lakukan atau ucapkan kerap kali ditiru oleh anak. Hal ini terjadi karena, anak menganggap bahwa Ayah Bunda adalah panutan mereka.

Sebagai orang tua, tips parenting yang bisa dilakukan adalah menjaga sikap serta ucapan ketika berada di sekitar anak. Apabila terlanjur bersikap tidak baik, beri anak pengertian bahwa hal tersebut tidak benar dan beri tahu alasan yang mudah dimengerti kenapa Ayah Bunda sampai bersikap kasar.

– Merasa Keren

Anak adalah mahluk yang simple. Mereka mudah kagum pada sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dilihat atau dialami. Jadi, sangat wajar apabila anak bersikap kasar dan pemarah hanya karena mereka menganggap sikap tersebut keren sehingga patut untuk ditiru.

Apabila ini yang terjadi, sebagai orang tua, Ayah Bunda  tidak boleh langsung memarahi mereka. Pahami dulu mengapa anak bisa bersikap kasar dan pemarah. Jika alasannya karena mereka anggap itu keren, beri anak pengertian bahwa hal tersebut tidak baik.

– Tidak Mengerti Bahwa Hal Tersebut Tidak Baik

Sempat disinggung sebelumnya, salah satu penyebab anak bisa bersikap kasar dan pemarah adalah karena mereka belum memahami bahwa sikap tersebut tidak baik. Mereka hanya tahu bahwa orang dewasa atau anak lain di sekitar juga bersikap seperti itu sehingga mereka merasa perlu melakukan hal yang sama.

Nah, itulah ulasan tentang penyebab anak bersikap kasar dan menjadi pemarah. Sebagai orang tua, kita perlu bersikap sabar dan menyadari bahwa anak butuh proses untuk menjadi pribadi yang santun. Selain itu, kita juga perlu mendukung anak dengan menyediakan pendidikan berkualitas.

Salah satunya adalah dengan memasukkan anak ke sekolah yang memiliki program pembelajaran berbasis minat bakat dan peduli pada pendidikan karakter seperti Sekolah Murid Merdeka (SMM). Dilengkapi dengan kurikulum memadai dan didukung pengajar profesional berpengalaman, SMM tidak hanya menyediakan pendidikan akademis berkualitas tetapi juga pembentukan karakter anak secara optimal.

Memanfaatkan metode Blended Learning, SMM memberi anak kebebasan untuk memilih waktu dan model pembelajaran yang mereka sukai. Dengan begitu, anak nyaman dengan proses belajar dan bisa mengembangkan kemampuan mereka secara maksimal.

Bagaimana, tertarik dengan program SMM? Ayah Bunda bisa mengetahui info lengkapnya di sini, ya. Semoga tips parenting di atas bermanfaat.

Categories
Parenting Terbaru

Mengajari Anak Sikap Empati Lewat Film

Film merupakan media yang bisa menggerakkan emosi, memicu rasa ingin tahu, menciptakan kenangan abadi bahkan menjadi portal ke dunia lain. Dalam beberapa kasus, film bisa menyentuh hati nurani dan mengubah perspektif kita. Salah satunya membuat sikap empati menjadi muncul. Dengan menonton film, hati kita bisa tergerak untuk mengubah dunia menjadi lebih baik.

Bagi anak-anak, menonton film yang tepat bisa membantu mereka lebih peka terhadap kemanusiaan. Dari film, anak-anak bisa belajar sikap empati lewat berbagai sisi. Bagaimana caranya?

Sikap Empati

Empati 1. Literasi Emosional: Mengenali, Memahami dan Mengkomunikasikan Perasaan

Menonton film bisa menjadi cara yang menyenangkan bagi anak-anak untuk mengenali emosi. Pilih film yang menggambarkan emosi yang berbeda-beda kemudian identifikasi emosi karakter dan lihat bagaimana perasaan si kecil sebagai penonton.

Cobalah untuk mematikan televisi selama beberapa menit kemudian minta anak-anak mencoba menebak bersama bagaimana perasaan para aktor berdasarkan bahasa tubuh atau ekspresi wajah mereka. Misalnya saja, ketika karakter menggigit kuku, bisa jadi dia sedang gugup, rahang terkatup artinya dia takut dan lain sebagainya.

Beberapa judul film yang bisa Anda pilih untuk membantu anak mengenali emosi antara lain Finding Nemo, Frozen, Shrek, Dumbo atau Inside Out.

Empati 2. Identitas Moral: Mengadopsi dan Menjalankan Kode Etik

Dalam kehidupan sosial, anak akan belajar tentang bagaimana melakukan sesuatu berdasarkan kode etik atau aturan tertentu. Anda bisa mengajarkannya dengan cara mengajaknya menonton film. Beberapa rekomendasi yang bisa Anda pilih antara lain adalah:

  • All the President’s Men (Warner Bros, 1976). Diangkat dari kisah nyata, film ini bercerita tentang dua reporter Washington Post yang tidak menyerah mengikuti hati nurani mereka untuk meliput kisah pembobolan Watergate
  • A Few Good Me (1992). Film ini bercerita tentang pengacara militer pembela marinir yang dituduh melakukan pembunuhan.

Empati 3. Pengambilan Perspektif: Memahami Kebutuhan Orang Lain dan Memposisikan Diri di Posisi Mereka

Saat menonton film, kita cenderung akan membayangkan diri berada di posisi sang tokoh utama. Memahami kebutuhan dan perasaan orang lain serta memposisikan diri seperti karakter dalam film adalah cara yang ampuh dalam menumbuhkan sikap empati dalam diri anak.

Salah satu film besutan Disney yang berjudul Freaky Friday, bercerita tentang seorang ibu dan anak yang tidak akur. Suatu hari mereka secara misterius bertukar tubuh. Dari peristiwa ini, mereka dipaksa untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain. Film lain yang juga bisa membantu anak untuk memahami perspektif lain seperti:

  • An American Tail (1986). Seekor tikus kecil terpisah dari keluarganya dan mengembara di New York. Dia kemudian bertemu dengan berbagai karakter berbeda.
  • Dumbo (1941). Ini merupakan sebuah film klasik yang bercerita tentang seekor gajah kecil kesepian dengan telinganya yang terlalu besar.

Empati 4. Imajinasi Moral: Menggunakan Buku, Film atau Gambar untuk Menumbuhkan Empati

Ada banyak film yang bisa membantu menumbuhkan sikap empati imajinasi moral. Beberapa pilihan terbaik antara lain adalah Shawshank Redemption, The Book of Thief, The King’s Speech dan The Pursuit of Happyness.

Judul lain yang tidak kalah menarik adalah The Neverending Story, sebuah kisah epik tentang seorang anak lelaki kesepian dengan sebuah buku aneh yang menariknya ke dunia Fantastica yang indah tetapi hancur. Ketika dia masuk lebih dalam ke Fantastica, dia harus memiliki keberanian untuk menghadapi musuh besar dan misteri tentang dirinya sendiri.

Mengajarkan anak-anak tentang moral seperti sikap empati memang tidak bisa dilakukan dalam satu atau dua hari. Selain lewat film, memberinya contoh langsung di dunia nyata juga bisa membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang peduli dan mau memahami sekelilingnya. Belajar bersama Sekolah Murid Merdeka untuk kembangkan anak sesuai minat & potensinya.