Categories
Parenting Terbaru

5 Cara Menerapkan Kebiasaan yang Baik untuk Anak

Siapa yang tidak ingin anaknya memiliki kebiasaan baik? Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh menjadi pribadi dengan nilai positif yang diterima secara sosial dan universal. Agar anak memiliki kebiasaan yang baik, menceramahi saja tidak akan cukup. Anak juga perlu melalui beberapa tahapan agar mereka terbiasa melakukan hal-hal positif.

Cara Menerapkan Kebiasaan Baik pada Anak

Kebiasaan Baik

Ada beberapa cara yang bisa Ayah Bunda lakukan agar anak terbiasa melakukan hal-hal positif dan tumbuh menjadi pribadi dengan sikap santun. Berikut ulasannya:

– Memulai dari Kebiasaan Sederhana

Langkah awal menerapkan kebiasaan yang baik adalah mulai dari kebiasaan sederhana. Dengan memulai dari kebiasaan sederhana dan bisa dilakukan sehari-hari, anak tidak merasa terbebani dalam melakukan kegiatan tersebut. Beberapa contoh kegiatan sederhana yang bisa diterapkan adalah bangun lebih pagi, merapikan selimut, mandi pagi, hingga menyiapkan kebutuhannya sendiri.

Dari kebiasaan sederhana ini, anak akan lebih mudah menerapkan kebiasaan lain yang bermanfaat dalam hidup dan mendukung perkembangan sosial emosional mereka secara optimal.

– Membiasakan Kebiasaan Baik Selama 21 Hari

Menurut sebuah penelitian, butuh waktu selama 21 hari untuk mengubah pola kebiasaan yang dilakukan sehingga menjadi sesuatu yang wajar dan dilakukan tanpa beban. Hal ini juga bisa Ayah Bunda terapkan pada anak untuk membentuk sikap mereka agar menjadi lebih baik.

Jadi selama 21 hari, latih anak untuk menerapkan beberapa kebiasaan baik seperti beribadah atau merapikan alat tulis dan mainan setelah dipakai. Ketika semua kegiatan tersebut dilakukan secara rutin selama 21 hari, tanpa disadari anak akan terbiasa melakukan tanpa diminta lagi.

– Memberi Tahu Anak Tujuan Kebiasaan Baik

Sebagai orang tua, kita sering kali meminta anak melakukan sesuatu tanpa memberi mereka pengertian bahwa hal tersebut perlu dilakukan. Padahal, dengan memberi tahu anak tujuan dari kebiasaan yang dilakukan, mereka bisa dengan senang hati melakukan hal tersebut.

Misalnya, Ayah Bunda ingin anak menjadi disiplin dalam waktu. Beri mereka pengertian bahwa melakukan sesuatu melebihi waktu yang ditentukan akan merugikan orang lain. Kalau perlu, beri mereka contoh seperti jika terlambat masuk sekolah, anak akan tertinggal banyak kegiatan menarik.

– Membuat Kontrak Perilaku

Pada dasarnya, anak bisa diajak bekerja sama selama kita memahami eksistensi mereka sebagai manusia yang juga memiliki otoritas terhadap diri sendiri. Inilah mengapa salah satu untuk menerapkan kebiasaan baik yang cukup efektif adalah dengan membuat kontak perilaku.

Buatlah perjanjian sederhana dengan melibatkan anak tentang aturan dan konsekuensi. Misalnya, ajak anak membuat kontrak bahwa bermain gadget hanya bisa dilakukan hari Minggu saja selama 1 jam pada siang hari. Jika hal ini tidak dituruti, anak harus mencuci piring atau merapikan kamarnya.

– Memberi Tahu Anak Sebab Akibat Perilakunya

Terakhir, sampaikan pada anak bahwa setiap perilaku memiliki konsekuensi masing-masing. Dengan memberi tahu anak pengertian semacam ini, mau tidak mau mereka akan berpikir ulang ketika melakukan kebiasaan buruk. Begitu pula ketika mereka melakukan kebiasaan yang baik. Ketika anak tahu manfaat melakukan kebiasaan yang baik, anak bisa dengan senang hati melakukannya tanpa diminta. 

Kesimpulan

Menerapkan kebiasaan yang baik untuk anak usia dini bukanlah sesuatu yang mudah. Dibutuhkan kerja sama antara orang tua dan anak agar kebiasaan tersebut menjadi sesuatu yang bisa dilakukan tanpa beban. Selain upaya yang dilakukan di rumah, Ayah Bunda juga bisa memilih sekolah yang tepat agar anak terbiasa memiliki perilaku baik.

Sekolah seperti Sekolah Murid Merdeka (SMM) termasuk salah satu yang memiliki program pembelajaran menarik dan mampu mendukung Ayah Bunda dalam menerapkan kebiasaan yang baik untuk anak. Didukung pengajar profesional dan metode pembelajaran berbasis minat bakat, SMM mendukung perkembangan anak dari segala aspek secara optimal.

Jadi, selain mendapatkan pendidikan memadai secara akademik, anak juga akan distimulasi aspek sosial emosionalnya sehingga memiliki perilaku dan karakter baik yang bisa diterima masyarakat secara universal. Menarik bukan? Info lebih lengkap tentang SMM bisa Ayah Bunda dapatkan di sini

Itulah ulasan tentang tips atau cara menerapkan kebiasaan baik untuk anak usia dini, semoga bermanfaat.