Kombinasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dan Metode Belajar Blended Learning!

SMM menerapkan metode belajar blended learning yang dipadukan dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi agar anak mampu mendalami dan mengoptimalkan materi ilmu yang dipelajari.

kurikulum

Apa itu Kurikulum Berbasis Kompetensi?

SMM menerapkan metode blended learning yang mana memadukannya dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Tujuannya agar anak mampu mendalami dan mengoptimalkan materi ilmu yang sudah dipelajarinya. Sesuai dengan Kurikulum 2013 (K-13) dimana berlaku dalam sistem pendidikan yang ada di Indonesia. SMM menerapkan kurikulum yang mana menekankan proses pembelajaran pada 9 kompetensi yang ada di masa depan.

Apa itu Metode Belajar Blended Learning?

Blended learning merupakan metode pembelajaran dengan melakukan kombinasi antara praktek pendidikan konvensional luring dan berbasis digital atau daring. Metode blended learning akan memungkinkan kegiatan belajar luring dan daring, selain itu ada berbagai varian aktivitas pembelajaran yang menyenangkan dan efektif untuk anak.

Kombinasi Praktik Belajar Luring dan Daring

Metode blended learning memungkinkan kegiatan belajar dilakukan secara luring dan daring, terdapat varian aktivitas pembelajaran yang menyenangkan dan efektif untuk anak.

Kombinasi Belajar Terstruktur dan Tidak Terstruktur

Metode blended learning memberikan pengalaman belajar baru dengan aktivitas belajar yang tidak membosankan dan dapat mendorong anak untuk menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

Fleksibilitas Belajar

SMM memiliki sistem belajar fleksibel untuk waktu dan tempat. Anak dapat belajar kapan pun dan di mana pun sesuai dengan kebutuhan.

Kerjasama Orang Tua dan SMM

SMM akan mengajak dan memandu orang tua untuk mendampingi serta membantu anak dalam proses belajarnya. Kolaborasi sekolah dan orang tua penting untuk perkembangan anak.

Kombinasi Praktik Belajar Luring dan Daring

Sebagai sekolah unggulan dengan metode blended learning terbaik, SMM memberikan aktivitas pembelajaran yang seru, unik dan menarik. Sistem blended learning ini sudah dianut SMM sebelum muncul pandemi. Sistem pembelajaran ini menggabungkan daring dan tatap muka atau secara langsung. Di masa pandemi ini banyak yang menawarkan pembelajaran dengan teknologi sebagai media pembelajarannya. Sayangnya belum banyak yang mengintegrasikan teknologi dengan metode ajar yang baik.

Kombinasi Belajar Terstruktur dan Tidak Terstruktur

Metode blended learning di SMM ini mampu membuat pengajar atau fasilitator bisa mengembangkan kreativitas peserta didik dan mampu mendorong mereka untuk berinteraksi dengan baik. Anak didik yang pasif bisa menjadi lebih aktif dan kreatif. Dengan interaksi terbuka orang tua mampu mengetahui perkembangan anak. Hal itu karena orang tua dilibatkan secara langsung tanpa harus merasa terbebani. Berbeda dengan sekolah secara daring tanpa adanya penggabungan dengan metode lainnya justru akan memberatkan orang tua dan anak-anak.

Fleksibilitas Belajar

Metode blended learning menguntungkan peserta didik. Hal itu karena kualitas dan kurikulum pendidikan yang diberikan yang terbaik. Ditunjang dengan akses pembelajaran juga fleksibel, sehingga anak dapat belajar kapan pun dan di mana pun sesuai dengan kebutuhan karena memanfaatkan teknologi informasi serta harga yang terjangkau untuk semua anak Indonesia.

Dengan blended learning murid dari berbagai wilayah bisa saling berinteraksi, mulai dari Aceh sampai Papua. Bahkan akses yang dimiliki masyarakat semakin luas. Dengan metode pembelajaran blended learning murid akan memiliki tanggung jawab terhadap jam yang dipilih. Murid tidak akan memiliki keterpaksaan untuk sekolah sampai membuatnya bersikap mandiri. 

Kerjasama Orang Tua dan SMM

SMM akan mengajak dan memandu orang tua untuk mendampingi serta membantu anak dalam proses belajarnya. Kolaborasi sekolah dan orang tua penting untuk perkembangan anak.

Pelajari SMM lebih lanjut dengan mengunduh Booklet

Diagram Proses Pembelajaran SMM

*Klik untuk memperbesar

orange

Merdeka Belajar

BERKOMITMEN

Anak yang memiliki tujuan secara spesifik, berfokus pada rencana strategis untuk mencapai tujuan belajar dan capaian keahlian, disiplin serta dapat menyelesaikan sebuah tugas tepat waktu, dan berkeinginan untuk melakukan lebih dari persyaratan minimum.

 

MANDIRI

Anak percaya bahwa dirinya memiliki kendali. Anak dapat mengatasi tantangan sendiri secara gigih dan tangguh, memiliki motivasi internal untuk belajar karena diri sendiri, dan dapat mengelola emosi dan perilaku yang dapat diterima oleh lingkungan sosial.

 

REFLEKTIF

Anak memiliki kemampuan mengevaluasi diri secara kritis untuk mengidentifikasi kekuatan dan batasan mereka, mengetahui kompetensi diri; menganalisa situasi untuk mendukung belajar, dan dapat mengkonstruksikan pemahaman dari apa yang sudah dipelajari.

yellow

Merdeka Berkarya

CERDAS

Anak memiliki kemampuan memahami suatu konsep atau informasi baru dan merumuskan permasalahan dari latar belakang sebuah konsep; Kemampuan menyelesaikan permasalahan dengan mengaplikasikan konsep yang telah dipelajari; Kemampuan berpikir kritis dengan mengurai permasalahan dan mengajukan hipotesis yang logis.


INOVATIF

Anak mampu menggunakan data dan atau informasi secara bijak dan tepat; Memiliki keluwesan berpikir dalam menyelesaikan masalah dengan desain produk dan servis yang sesuai, memodifikasi atau membuat gagasan sesuai dengan perubahan situasi untuk menciptakan sebuah dampak.


BERDAYA

Anak yang berorientasi tindakan sehingga dapat berdampak pada diri sendiri dan lingkungan sekitarnya; Memiliki kemampuan mengelola sumber daya dan berani mengambil keputusan; Dapat memfasilitasi, mengajarkan, dan mendorong kesuksesan kinerja bersama.

purple

Merdeka Berkolaborasi

BERPRINSIP

Anak menunjukkan sikap berintegritas; Murid dapat memahami, menghargai dan menjalankan sikap toleransi; Menyeimbangkan kesehatan fisik dan mental; Merupakan individu yang tanggap terhadap lingkungan sosial.

 

KOMUNIKATIF

Anak mampu mengekspresikan diri mengungkapkan gagasan dan perasaan dengan bahasa yang jelas dan tepat; Mampu mengidentifikasi dan mengolah informasi berbagai konteks dan lingkungan; Berkomunikasi digital di berbagai media dengan bertanggung jawab dan bijaksana.

 

BEKERJASAMA

Anak mempraktikkan interaksi yang efektif dan mengelola kerja sama dalam kelompok yang beragam, membangun hubungan sosial yang positif, dan dapat berkontribusi pada kegiatan untuk mencapai tujuan bersama.

Ayo bergabung bersama sekolah masa depan sekarang juga!